JAKARTA – PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) bakal menggenjot ekspansi bisnis beyong kWh yang ditargetkan akan menjadi salah satu andalan dalam rencana diversifikasi bisnis perusahaan yang selama ini mengandalkan dari bisnis pembangkit listrik di Blok Rokan.

Herline Wulan Sari, Sekretaris Perusahaan PLN MCTN, mengungkapkan bisnis beyond kWh yang diinisiasi sejak 2023 langsung menunjukkan hasil yang sangat positif. “Realisasi untuk tahun 2025 lalu omset dari bisnis baru kami tembus Rp100 miliar. Itu jadi pencapaian luar biasa kami menyebutnya B100,” kata Wulan dalam diskusi dengan para awak media di IT PLN, Kamis (18/6).

Bisnis Beyond kWh yang diusung PLN MCTN termasuk dalam layanan Integrated Business Solution (IBS). Enterprise Utility Solutions seperti trafo distribusi, capacitor bank, genset, dan UPS; layanan uap industri (steam); solusi beyond interconnection melalui program Enterprise FASTRA; serta peningkatan kualitas daya listrik melalui Enterprise Power Quality Solution.

PLN MCTN mendorong peningkatan pendapatan dari layanan beyond kWh, namun juga membangun ekosistem energi masa depan yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Perusahaan kata Wulan menargetkan untuk tahun 2026 ini bisnis beyond kWh bisa tumbuh dengan adanya komitmen yang sudah terjalin dengan berbagai industri dan pelaku usaha. “Klien kami untuk beyond kWh ini kebanyakan dari industri dan badan usaha,” ujar Wulan.

PLN MCTN adalah anak perusahaan PT PLN (Persero) yang mengelola dengan pembangkit North Duri Cogeneration. Pembangkit listrik itu mensuplai listrik dan uap untuk kegiatan operasi produksi blok Rokan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan saat ini mulai mengembangkan bisnis pada layanan Power Generation, Steam Generation, Power Quality Services, Fasilitas Ekstra, Operasi dan Pemeliharaan untuk Industri. (RI)