JAKARTA – Kebakaran semak dan hutan yang terjadi pekan lalu di sekitar fasilitas operasi minyak dan gas PetroChina International Jabung Ltd. di Wilayah Kerja (WK) Jabung, Jambi, kini telah berhasil dipadamkan.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan kebakaran tersebut terjadi di sekitar area fasilitas PetroChina, termasuk jalur pipa penyalur. Penanganan dilakukan dengan cepat sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak berkembang lebih luas.
“Alhamdulillah, kebakaran semak hutan yang terjadi minggu lalu, dekat area fasilitas PetroChina (pipa penyalur) Jabung, Jambi, saat ini sudah berhasil dipadamkan,” ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (24/8).
Keberhasilan pemadaman menjadi perhatian penting mengingat lokasi kebakaran berada di sekitar infrastruktur strategis kegiatan hulu migas. Pengendalian api diperlukan untuk memastikan keselamatan fasilitas, pekerja, masyarakat sekitar, sekaligus menjaga keberlangsungan operasi produksi migas.
Dalam penanganannya, PetroChina bersama unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla turut mengerahkan personel dan peralatan pemadam. PetroChina sebelumnya menyebut timnya terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu penanganan dilakukan di sekitar jalur pipa dan fasilitas NEB Station di Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dalam operasi tersebut, PetroChina mengerahkan fire truck, vacuum truck, portable fire pump, serta personel dari sejumlah fungsi, termasuk Health, Safety and Environment (HSE), Security dan Construction.
Kebakaran di sekitar wilayah operasi PetroChina tersebut terjadi ketika ancaman karhutla di Provinsi Jambi meningkat seiring musim kemarau. Data pemerintah daerah yang dikutip sejumlah media menunjukkan luas lahan terbakar di Jambi mencapai 658,29 hektare sepanjang 1 Januari hingga 16 Agustus 2026.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat tercatat memiliki area terbakar sekitar 58,10 hektare, sementara Tanjung Jabung Timur mencapai 32,71 hektare. Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan Satgas Karhutla terus melakukan patroli darat maupun operasi udara untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Sebelumnya, hingga akhir Juli 2026, luas karhutla di Jambi juga telah mencapai sekitar 222 hektare, dengan sebaran antara lain di Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Kementerian Kehutanan pada 15 Agustus 2026 juga memperkuat koordinasi dengan Satgas Penanganan dan Pengendalian Karhutla Provinsi Jambi. Penguatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pengendalian karhutla di wilayah yang menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Di sekitar wilayah operasional PetroChina, perusahaan juga menyatakan telah beberapa kali terlibat dalam penanganan karhutla. Dalam dua bulan terakhir, PetroChina dilaporkan telah ikut menangani sekitar 10 kejadian di sejumlah desa di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur dengan mengerahkan personel serta peralatan pemadam.
Djoko Siswanto berharap keberhasilan penanganan kebakaran di Jabung dapat terus dipertahankan, sementara kebakaran di wilayah lain juga segera dikendalikan.
“Mohon doa, semoga kebakaran di Bintuni dan Kalimantan juga dapat segera dipadamkan. Aamiin YRA,” kata Djoko.



Komentar Terbaru