WINA – Langkah Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama kian serius.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria tercatat intens bertemu dengan raksasa nuklir Rusia, Rosatom. Pertemuan di Wina, Austria, Senin (14/9/2026) menjadi pertemuan ke-4 hanya dalam 5 bulan.
Pertemuan pertama di markas Rosatom Moskow (8 April), lalu berlanjut ke level tertinggi di Istana Negara Jakarta (12 Mei), dan pertemuan teknis di Kantor BRIN Thamrin (13 Mei).
Di sela Konferensi Umum IAEA di Wina, Arif bertemu First Deputy CEO Rosatom Kirill Komarov.
“Tentunya pertemuan dengan Rosatom ini adalah pertemuan yang berkesinambungan, sebagai komitmen kami untuk semakin memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang teknologi nuklir untuk tujuan perdamaian,” kata Arif.
Intensitas pertemuan ini menjadi sinyal bahwa penjajakan teknologi, skema pendanaan, hingga transfer pengetahuan untuk PLTN damai terus dimatangkan.(RA)





Komentar Terbaru