JAKARTA – PT Pertamina EP Asset 4 (PEPC) Region 4 Zona 14, Sorong, Papua Barat, berhasil mencatatkan hasil positif dari pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F003.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dimana mampu menghasilkan produksi minyak 30% melebihi target.

“Sumur SLW-F003 sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pengeboran SLW-F3X. Tajak sumur dilakukan pada 24 Juni 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian pengeboran dan penyelesaian sumur, uji produksi dilakukan pada 10 Agustus 2026,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin (10/8).

Dari hasil uji produksi sementara, sumur SLW-F003 mampu mencapai laju produksi 369 Barrel Oil Per Day (BOPD) dengan menggunakan artificial lift berupa Electric Submersible Pump (ESP). Produksi minyak tersebut berasal dari lapisan Kais.

“Uji produksi dengan hasil sementara mencapai 369 BOPD menggunakan artificial lift Electric Submersible Pump (ESP) dari target inisial produksi sebesar 283 BOPD. Produksi sumur ini berasal dari lapisan Kais,”ungkap Djoko.

Sumur SLW-F003 dibor secara directional dengan konfigurasi J-type menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 2.080 meter measured depth (mMD) atau 2.061 meter true vertical depth (mTVD).

Seluruh rangkaian kegiatan pengeboran hingga uji produksi dapat diselesaikan dalam waktu 47 hari tanpa kecelakaan.

Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence dalam kegiatan operasi hulu migas. Capaian ini memperkuat kontribusi kegiatan pengeboran sumur pengembangan dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional. (RI)