JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) membidik sumber daya migas sebesar 277 miliar kaki kubik (Bcf) gas dan 1,55 juta barel minyak dari pengeboran sumur eksplorasi Tingkilan (TKLN)-001 di Wilayah Kerja (WK) Maratua, Kalimantan Utara. Sumur tersebut telah ditajak pada 25 September 2026 sebagai bagian dari program eksplorasi migas untuk menemukan cadangan baru guna mendukung kebutuhan energi nasional.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, sumur TKLN-001 ditujukan untuk menguji dan mengevaluasi potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar yang memiliki karakteristik batuan karbonat.
“Sumur Tingkilan-001 ditajak pada 25 September 2026. Potensi sumber dayanya sekitar 277 Bcf gas dan 1,55 juta barel minyak atau setara 49,35 juta barel minyak (BOE),” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Senin (28/9).
Sumur TKLN-001 berlokasi di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pengeboran dilakukan secara vertikal menggunakan Rig PDSI #21.2 berkapasitas 700 horsepower (HP), dengan target kedalaman akhir mencapai 1.574 meter measured depth (mMD) atau 1.554 meter true vertical depth subsea (TVDSS).
Program pengeboran tersebut direncanakan berlangsung selama 74 hari, di luar kegiatan mobilisasi dan demobilisasi rig atau move in rig up (MIRU) dan rig down (RD). Dari total durasi tersebut, fase pengeboran diperkirakan berlangsung selama 39,7 hari, sedangkan fase drill stem test (DST) selama 34,3 hari yang mencakup pengujian pada dua interval.
Pengeboran TKLN-001 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di WK Maratua pada 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperoleh tambahan sumber daya dan cadangan migas baru di tengah kebutuhan peningkatan produksi energi nasional.





Komentar Terbaru