TANGERANG – Dalam strategi transisi energi nasional peran gas bumi menjadi salah satu yang terpenting dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi. Gas bumi dianggap memiliki peran yang terpenting karena jenis sumber energi ini memiliki intensitas karbon yang lebih rendah daripada minyak dan batubara sehingga cenderung lebih bersih.

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pertamina EP (PEP) dan PT Cikarang Listrindo menjadi wujud program transisi energi tetap akan berlanjut. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat bersama Direktur PT Cikarang Listrindo Yudho Pratikto dalam rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo sebesar 6.18 MMSCFD untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di kawasan industri Jababeka dan kawasan industri MM2100 Cikarang ini, berlaku hingga 16 September 2035.

Pasokan gas berasal dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field. Gas tersebut akan digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan industri di wilayah Jawa Barat.

Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat mengatakan kerja sama dengan Cikarang Listrindo menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan bagi sektor industri nasional, khususnya di Jawa Barat.

“Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Rachmat.

PT Pertamina EP (PEP) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang ditunjuk sebagai pengelola Regional Jawa Subholding Upstream sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas. Pertamina EP terus berupaya meningkatkan angka produksi minyak dan gas bumi yang telah ditetapkan dalam rencana kerja, dengan senantiasa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan aspek HSSE di setiap lini.(RA)