TANGERANG – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus menjajaki beragam peluang kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta keberlanjutan bisnis. Kali ini PHE melaksanakan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan ExxonMobil dalam rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis(21/5/2206).
Cakupan kerjasama dalam amendmen HoA ini adalah melaksanakan kegiatan bersama antara PHE dan ExxonMobil untuk pengembangan dan komersialisasi Carbon Capture and Storage (CCS) Hub Asri Basin sesuai lingkup pekerjaan dan pengaturan yang disepakati bersama. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PHE Awang Lazuardi dan President EMLCSIL Egon E Van Der Hoeven, disaksikan SKK Migas.
Kolaborasi antara PHE dan ExxonMobil ditujukan untuk mengembangkan proyek CCS Hub di wilayah kerja lepas pantai Sunda-Asri Basin, Jawa Barat. Kesepakatan ini mencakup studi bawah permukaan, pengeboran sumur appraisal, hingga desain komersial untuk melayani emiten domestik maupun internasional dengan target injeksi mulai 2030.
PHE dan ExxonMobil akan mematangkan dan menyiapkan rancangan model komersial untuk pengembangan hub CCS/CCUS regional di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) dengan potensi untuk menyimpan CO2 domestik dan internasional melalui Asri Basin Project CCS Hub yang berada di Wilayah Kerja PHE OSES.
Terletak di wilayah kerja lepas pantai (offshore) Jawa Barat. Cekungan ini memiliki kapasitas penyimpanan CO₂ hingga \(3\) gigaton (GT), dengan potensi kapasitas awal sekitar \(1,1\) GT khusus untuk area Asri Basin.
Proyek ini diproyeksikan untuk mulai beroperasi (onstream) pada tahun 2030, dengan target awal injeksi CO₂ sebesar 2,5 juta ton per tahun (MTPA).
Sebelumnya, Studi bersama Pertamina dan ExxonMobil berhasil menemukan potensi penyimpanan karbon dioksida (CO2) dengan kapasitas hingga 3 giga ton yang ditemukan di lapangan migas Pertamina dengan nilai investasi mencapai US$ 2 billion. Kapasitas penyimpanan CO2 besar ini mampu untuk menyimpan secara permanen CO2 emisi seluruh Indonesia pada rata-rata saat ini, hingga 16 tahun ke depan.
Pengembangan CCS Hub Asri basin Bersama ExxonMobil merupakan potensi penyimpanan CO2 dan merupakan peluang bisnis baru dalam program Dekarbonisasi di Asia tenggara. Atas dasar itulah Pertamina dan ExxonMobil memperkuat kerja sama pengembangan CCS Hub Asri Basin dalam rangka upaya penurunan emisi karbon sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi negara.
PHE telah menandatangani Pre-Liminary Agreement dengan ExxonMobil pada 15 Mei 2024. Pre-Liminary Agreement ini merupakan salah satu perjanjian turunan dari Head of Agreement (HoA) antara pihak ExxonMobil – Pertamina – PHE yang telah dilaksanakan pada tahun 2022.
Pengembangan teknologi CCS/ CCUS sendiri sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menerapkan Environmental, Social, & Governance (ESG) di semua lini bisnis perusahaan, untuk mendorong keberlanjutan bisnis di masa depan.
“Teknologi CCS/CCUS merupakan tren baru dalam menghadapi transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission (NZE) global. Dengan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang ada, implementasi CCS/CCUS di Indonesia diyakini akan dapat mendukung peningkatan produksi migas sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK),” tegas Awang.



Komentar Terbaru