JAKARTA – PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) memastikan telah mengamankan pasokan liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan gas sepanjang 2026. Kebutuhan LNG diperkirakan mencapai hampir 20 kargo, dengan pasokan berasal dari sejumlah kilang LNG domestik. Pasokan LNG tersebut antara lain berasal dari Kilang Donggi Senoro, Tangguh, dan Bontang. Selain LNG, PGN juga mengandalkan pasokan gas bumi melalui jaringan pipa yang saat ini dinilai dalam kondisi cukup baik.

“Ya, pokoknya hampir 20-an (kargo). Sudah secure. Harganya juga sudah dijamin oleh pemerintah,” ujar Muhammad Anas Pradipta, Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN ditemui di Jakarta, Rabu (21/10).

Ketersediaan pasokan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pemenuhan kebutuhan gas bagi pelanggan PGN, di tengah dinamika permintaan dan potensi gangguan operasional pada fasilitas produksi maupun infrastruktur gas.

PGN memperkirakan tingkat pemenuhan kebutuhan gas tahun ini dapat mencapai lebih dari 95% hingga 96%. Persentase tersebut mencerminkan optimisme perusahaan terhadap kecukupan pasokan sepanjang 2026. “Di atas 95–96%. Terpenuhi kok, enak tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, operasional pasokan gas tetap menghadapi tantangan terutama akibat gangguan yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) maupun penghentian operasi terjadwal (planned shutdown) pada fasilitas pemasok.

Gangguan operasional tersebut dapat memengaruhi kontinuitas penyaluran gas, sehingga kesiapan pasokan dari berbagai sumber menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan layanan kepada pelanggan. “Harusnya sejauh ini lumayan oke. Kecuali mungkin karena ada gangguan-gangguan unplanned lah ya. Itu sih yang sedikit mengganggu,” ujar Anas.