DENPASAR — Kegiatan eksplorasi migas laut dalam (deep-water) di wilayah Bali oleh bp dan INPEX memasuki tahap persiapan akhir. Sebelum pelaksanaan survei seismik, SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan pemerintah daerah menggelar doa bersama serta acara adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksan Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)  mengatakan, kegiatan doa bersama tersebut dilakukan untuk memohon kelancaran dan keselamatan selama pelaksanaan kegiatan seismik laut dalam.

“Doa bersama dan acara adat ini sebagai kearifan lokal, untuk memohon restu dan ridho kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pemilik laut dan seisinya alam semesta, agar kegiatan seismik laut dalam berjalan lancar, aman dan selamat,” kata Djoko dalam keterangannya, Kamis (24/9).

Kegiatan diawali dengan doa bersama di sejumlah pura terdekat kemudian dilanjutkan di kawasan pantai dan laut Cekungan Bawang, Bali, dengan melibatkan pemuka agama setempat dan Gubernur Bali.

Djoko mengatakan, survei seismik tersebut mencakup tiga wilayah kerja (WK), yakni WK Agung-1, WK Barong, dan WK Agung-2.

Pada WK Agung-1, kegiatan seismik 3D akan dilakukan sepanjang sekitar 1.800 kilometer. Sementara itu, WK Barong akan menjalani survei 3D sepanjang sekitar 1.857 kilometer. Adapun WK Agung-2 akan dilakukan survei seismik 2D sepanjang sekitar 285 kilometer.

“Insya Allah hasil kegiatan seismik mendapatkan data-data subsurface bawah tanah yang bagus dan berpotensi besar untuk selanjutnya dilakukan pemboran eksplorasi,” ujar Djoko.

Eksplorasi laut dalam tersebut melibatkan dua perusahaan migas global. bp Indonesia bertindak sebagai operator dengan menggandeng INPEX.  Pelaksanaan survei seismic di wilayah laut dalam tersebut diharapkan menghasilkan data geologi dan geofisika yang lebih baik untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan tahapan eksplorasi berikutnya, termasuk kemungkinan pemboran sumur eksplorasi.