BATANG – Melibatkan lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal dalam pembangunannya, PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah, yakni Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) bertegangan 500 kilo volt (kV) PLTU Tanjung Jati B – Pemalang (Batang) dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Batang.

Octavianus Duha, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), mengatakan kedua infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berfungsi untuk mengevakuasi daya dari pembangkit berkapasitas besar di Pulau Jawa, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang berkapasitas 2×1000 Mega Watt (MW), PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 yang berkapasitas 2×1000 MW.

“Infrastruktur ketenagalistrikan tersebut berpotensi menghemat hampir Rp20 miliar per hari,” kata Octavianus, Kamis (3/6).

Infrastruktur transmisi dan gardu induk ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan kapasitas pasokan listrik serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah utara Pulau Jawa.

Terdiri dari 545 tower dan 1 Low Level Gantry, SUTET 500 kV PLTU Tanjung Jati B – Pemalang (Batang) membentang sepanjang 2 x 227,81 kilo meter sirkuit dari PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Ungaran, sampai dengan GITET 500 kV Batang.

Sementara itu, GITET 500 kV Batang yang berkapasitas 1.120 Mega Volt Ampere (MVA) terletak di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Octavianus mengatakan GITET akan meningkatkan keandalan tegangan sistem backbone 500 kV pulau Jawa dan menambah kapasitas pasokan listrik SUTET Jalur Utara Pulau Jawa yang membentang dari GITET Tanjung Jati B sampai GITET Cibatu Baru atau Deltamas. “Diharapkan dapat mendukung program pemerintah terkait pengembangan investasi,” kata Octavianus.(RA)