WONOSOBO – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 1×55 Megawatt (MW) resmi dimulai. Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung dan beroperasi komersial pada 28 Maret 2028.

PLTP Dieng Unit 2 digarap oleh PT Geo Dipa Energi dengan kontraktor EPC JO Timas Rekayasa Engineering. Total durasi pengerjaan 820 hari atau sekitar 28 bulan, mencakup desain, pengadaan, konstruksi, hingga pengujian.

“Proyek Geothermal Power Plant Unit 2 merupakan pekerjaan lingkup Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning untuk pembangunan PLTP dengan kapasitas 1×55 MW,” ujar Direktur Utama EPC JO Timas Rekayasa Engineering Donald Silitonga dalam sambutan groundbreaking, di lokasi PLTP Dieng Unit 2 Wonosobo, Jawa Tengah Kamis(25/6/2026).

Meski baru dimulai efektif sejak 29 Desember 2025, progres proyek telah mencapai 15,03%, melampaui target rencana 14,1%. Rinciannya, progres engineering/ 37,37%, pengadaan 16,58%, dan konstruksi 6,52%.

Saat ini tahap engineering mencakup desain sistem perpipaan uap dan sistem kelistrikan yang seluruhnya dikerjakan insinyur dalam negeri. Untuk pengadaan, peralatan utama seperti turbin generator dan kondenser sudah masuk tahap pabrikasi. “Kami berkomitmen memaksimalkan komponen dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kementerian Keuangan menyebut PLTP Dieng Unit 2 didukung APBN lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp1,3 triliun kepada PT Geo Dipa Energi. Proyek ini bagian dari program nasional pembangunan pembangkit 100 GW dengan target kontribusi energi bersih 78%.

“PLTP Dieng Unit 2 mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional,” kata perwakilan Kemenkeu. Proyek diharapkan beroperasi penuh pertengahan 2028.

Dari sisi ketenagakerjaan, konstruksi PLTP Dieng Unit 2 diperkirakan menyerap sekitar 800 orang di puncak pekerjaan. Kontraktor menargetkan minimal 20% tenaga kerja lokal dan 20% dari tenaga kerja lokal diisi perempuan. “Strategi ini untuk memastikan keberhasilan proyek sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Dirut EPC.

PT Geo Dipa Energi menegaskan pembangunan Unit 2 mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, tata kelola yang baik, serta pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. “Dari sini kita hadirkan energi bersih untuk Indonesia, dari energi bersih kita membangun masa depan yang lebih hijau,” kata Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis.

Proyek juga akan memberi dampak ganda yakni menambah pasokan listrik domestik yang stabil sekaligus mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil. Kemenkeu berharap PLTP Dieng 2 menjadi role model pengembangan panas bumi nasional dari sisi teknologi, tata kelola, dan manfaat bagi masyarakat.

PLTP Dieng Unit 2 berlokasi di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Proyek mendapat dukungan dari Kementerian ESDM, Pemprov Jateng, Pemkab Wonosobo, Pemkab Banjarnegara, hingga Asian Development Bank.

Geo Dipa juga menyiapkan lanjutan proyek PLTP Dieng Unit 3 dan Unit 4 yang saat ini tengah memasuki tahap pembahasan pendanaan.

Yudistian mengatakan persiapan untuk Unit 3 dan Unit 4 juga sudah dimulai dengan pencarian sumber dana. “Kita sudah siapkan juga PLTP Dieng Unit 3 dan 4. Harapan kami dalam semester II-2026 ini kita sudah mendapatkan kepastian dari pemberi dana,” katanya.

Adapun, PLTP Dieng Unit 2 menyerap investasi senilai US$ 350 juta atau setara Rp6,2 triliun. Dana itu digunakan untuk pengeboran 10 sumur ditambah dengan pembangunan pembangkit listrik.

Yudistian menjelaskan konsep pembangunan PLTP Dieng Unit 2 ini akan direplikasi untuk Unit 3 dan Unit 4 nantinya. “Hari ini kami juga mengajukan hal yang serupa untuk melakukan akselerasi dengan mereplikasi apa yang di Dieng 2 untuk menjadi Dieng 3. Jadi mungkin akan sebangun dan setipe yang mau kita bangun,” tuturnya.

Jika proyek PLTP Dieng ini berlanjut, perusahaan dapat mengejar target kontribusi 400 megawatt (MW) listrik panas bumi yang disumbang dari Dieng. “Kalau ini (PLTP Dieng 2) masuk, di Dieng berarti kita sudah punya 100–120 MW dari target 400 MW. Makanya Dieng 3 harus masuk lagi, Dieng 4 harus masuk lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melihat kawasan pegunungan Dieng masih menyimpan potensi panas bumi yang sangat besar untuk dimanfaatkan, terutama sebagai sumber energi listrik.


Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Priatin Hadi Wijaya, mengungkapkan adanya potensi besar yang bisa menjadi tambahan lokasi PLTP.

“Sisi lain dataran tinggi Dieng ini masih menyimpan cadangan energi yang sangat besar dan belum sepenuhnya dioptimalkan,” kata Priatin.

Melihat potensi itu, ia meminta PT Geo Dipa Energi (Persero) untuk turut memanfaatkannya. Ada dua kawasan baru yang disebutnya perlu dilakukan upaya eksplorasi lebih lanjut, yakni kawasan Kawah Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa.

“Contoh nyata adalah bagaimana perlunya untuk mempercepat eksplorasi secara detail dengan studi pada area Kawah Candradimuka serta area Mangunan-Wanayasa,” ujar Priatin.

“Penguatan hulu melalui eksplorasi yang masif ini tentu saja akan sangat krusial dalam menjamin keberlanjutan pasokan uap jangka panjang dan pemenuhan bauran energi menuju net zero emission pada tahun 2060,” sambungnya.

Yudistian Yunis melihat adanya peluang pengembangan tersebut. Apalagi, pemerintah memberikan mandat agar perusahaan mampu berkontribusi sebesar 400 MW dari kawasan Dieng.

“Hari ini Dieng itu diharapkan oleh pemerintah, melalui kontrak dengan PLN itu sampai 400 MW. Hari ini kita sudah membuktikan bahwa kemampuan reservoir Dieng itu sampai 355 MW. Jadi kita masih tinggal mencari sebesar 45 MW lagi,” kata Yudistian.

Kawah Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa turut menjadi sasaran berikutnya, selain memaksimalkan kawasan Sikidang. “Seperti yang Pak Direktur Panas Bumi sampaikan, Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa menjadi target berikutnya. Kita juga punya Sikidang, Sikidang juga mau kita garap lebih besar lagi,” kata Yudistian.(RA)