JAKARTA – Digitalisasi terus mendorong perubahan dalam industri pertambangan, termasuk pemanfaatan data dan teknologi digital untuk mendukung operasional yang lebih efisien, produktif, dan berbasis informasi.
Merespons hal tersebut, PT Trakindo Utama (Trakindo) memperkenalkan VisionLink Productivity, solusi digital berbasis cloud yang membantu pelanggan memantau penggunaan dan kinerja alat berat secara lebih terukur. Melalui pemanfaatan data operasional, solusi ini mendukung pengelolaan aset yang lebih efektif sekaligus membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional pertambangan.
Chief Innovation Officer (CIO) PT Trakindo Utama Daniel Setyadi menjelaskan, Trakindo terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan termasuk melalui pemanfaatan teknologi. “Bagi kami, digitalisasi bukan sekedar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana data dapat diolah menjadi insight yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional,” ujar Daniel, saat kegiatan Trakindo Open Gate di Trakindo Yard Cakung, Jakarta(26/8/2026).
Product & Lifecyle Manager, Mining Marketing and Sales PT Trakindo Utama, Ikwan Setiobhekti menyampaikan, VisionLink Productivity membantu pelanggan melihat produktivitas dan utilisasi alat berat secara lebih menyeluruh di berbagai lokasi kerja. “Pelanggan dapat mengidentifikasi area yang masih dapat dioptimalkan, termasuk waktu operasional yang kurang produktif, sehingga dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk meningkatkan kinerja unit,” jelas Ikwan.
Dalam operasionalnya, VisionLink Productivity membantu pengguna mengelola lokasi kerja dengan mengelompokkan unit serta menetapkan zona aktivitas di area site. Platform ini juga menyajikan ringkasan produktivitas dan utilisasi, visualisasi aktivitas unit, serta fitur penetapan target Key Performance Indicator (KPI) untuk membantu pengguna memantau pencapaian kinerja dan mengidentifikasi peluang peningkatan operasional secara lebih terukur.
Informasi tersebut membantu pelanggan mengidentifikasi peluang optimalisasi operasional, termasuk menekan idle time, yaitu kondisi ketika mesin tetap menyala namun unit tidak sedang melakukan pekerjaan, serta mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak diperlukan. Manfaat ini semakin relevan mengingat efisiensi bahan bakar merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan biaya operasional alat berat.
“Kedepannya, kami berharap pemanfaatan teknologi digital dapat semakin membantu pelanggan mengelola operasional secara lebih efektif dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat,” kata Daniel.(RA)




Komentar Terbaru