JAKARTA — Transisi energi menuju ekonomi rendah karbon diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama penciptaan lapangan kerja masa depan. Direktur Utama PT PLN Energy Management Indonesia (EMI), Henri Firdaus, mengatakan pasar kerja hijau atau green jobs global diperkirakan mencapai 16,6 juta pekerjaan pada 2026, dengan dominasi sektor pembangkit listrik tenaga surya (Solar PV) sebesar 44 persen.
Hal ini diungkapkan Henri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Expert Talk ITPLN bertema “Dekarbonisasi dan Manajemen Energi Berkelanjutan untuk Generasi Masa Depan” di ruang Pembangkit lt 2 ITPLN, Selasa, 23 Juni 2026.
“Transisi energi bukan hanya tentang mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang energi, keberlanjutan, dan teknologi,” ujar Henri di Jakarta, Selasa(23/6/2026).
Menurut Henri yang juga alumni ITPLN itu, peluang profesi yang akan semakin dibutuhkan antara lain Energy Auditor, Carbon Analyst dan ESG Specialist, Renewable Energy Engineer, REC dan Carbon Market Trader, Sustainability Consultant, hingga Green Data Center Engineer.
Ia mendorong mahasiswa ITPLN untuk mulai mempersiapkan diri melalui sertifikasi auditor energi, mempelajari standar dan regulasi global seperti GHG Protocol, ISO 50001, serta GRI Standards, hingga mengikuti program magang dan riset kolaboratif bersama PLN Group dan PT PLN EMI.
Dalam paparannya, Henri menjelaskan dekarbonisasi merupakan upaya sistematis untuk menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca dari seluruh aktivitas ekonomi. Strategi tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni mengurangi emisi dari sumbernya dan menyerap sisa emisi yang masih dihasilkan.
Ia menyebut terdapat empat pilar utama dalam dekarbonisasi. Pertama, efisiensi energi melalui audit energi, optimalisasi konsumsi, penerapan ISO 50001, dan penggunaan teknologi hemat energi yang mampu menghemat konsumsi energi hingga 15–25 persen.
Kedua, pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS Atap, tenaga angin, panas bumi, dan hidro. Hingga 2024, PLN telah mengoperasikan sekitar 4,3 gigawatt energi baru terbarukan (EBT) dengan bauran listrik EBT mencapai 50 persen.
Ketiga, elektrifikasi melalui peralihan penggunaan bahan bakar fosil ke listrik yang lebih bersih. Pada 2024, jumlah kendaraan listrik di Indonesia ditargetkan melampaui 133 ribu unit, sementara konsumsi listrik ekosistem kendaraan listrik PLN mencapai 48,57 gigawatt hour pada 2025.
Keempat, pengembangan pasar karbon melalui perdagangan kredit karbon dan instrumen Renewable Energy Certificate (REC).
Henri menjelaskan REC menjadi instrumen yang memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan listrik hijau dari sumber energi terbarukan. Saat ini PT PLN EMI mengelola layanan REC untuk ratusan perusahaan dengan harga berkisar Rp 35.000 hingga Rp 61.250 per megawatt hour.
Selain itu, PT PLN EMI juga mengelola Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang digunakan sebagai instrumen kompensasi emisi. Sertifikat tersebut berasal dari lebih dari delapan proyek pembangkit listrik yang telah terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).
Dari sisi implementasi, Henri menyebut PLN Group telah mencatatkan akumulasi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 51,1 juta ton CO2 pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan 12,9 juta ton pada 2021.
Capaian tersebut didukung oleh program cofiring biomassa di 52 PLTU, pengoperasian sekitar 4,3 gigawatt pembangkit EBT, serta kapasitas PLTS Atap terpasang yang mencapai sekitar 801 megawatt peak (MWp).
“Secara total PLN telah berkontribusi menurunkan sekitar 127 juta ton CO2 dari target Nationally Determined Contribution (NDC) sektor energi sebesar 358 juta ton CO2,” kata Henri.
Ia menambahkan, penerapan manajemen energi berbasis ISO 50001 dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) terbukti mampu menghasilkan penghematan energi rata-rata 15–25 persen di sektor industri. Selain menurunkan emisi, pendekatan tersebut juga berpotensi memberikan efisiensi biaya antara Rp 20 juta hingga Rp 400 juta dengan periode pengembalian investasi yang relatif singkat.
Sebagai perusahaan solusi keberlanjutan yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun, PT PLN EMI terus memperkuat perannya sebagai katalis dekarbonisasi nasional melalui layanan manajemen energi, pengelolaan lingkungan, perdagangan atribut hijau, dan konsultasi keberlanjutan.

Komentar Terbaru