Dunia Energi
Banner Header
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan Energi Terbarukan
    • Energi Bio
    • Panas Bumi
    • Energi Baru
  • CSR
  • Infografis
  • VDE Publishing
Breaking News Haji Isam Resmi Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 % Saham PLTN 2032: Solusi Energi Masa Depan atau Tantangan Baru bagi Indonesia? Pasca Alih Kelola Natuna Sea Block A, Produksi Gas Sumr NGA-1 Tembus 821 dari Target Sumur Idle BNG-074 di Lapangan Adera Dihidupkan Lagi, Produksi Migas Lampaui Target Produksi Minyak Sumur GNK-119 di Prabumulih Lampaui arget Produksi Awal 212%
Dunia EnergiAnalisaStabilitas Harga BBM Bukan Ketidakpastian Turun Naiknya Harga

Stabilitas Harga BBM Bukan Ketidakpastian Turun Naiknya Harga

Kamis, 17/03/2016 15:33:58 | 3668 Tampilan
Di tengah “kemelut” turunnya harga minyak dunia, ternyata membawa dampak buruk pula terhadap keuangan negara negara besar  penghasil minyak dunia.  Venezuela dan juga Arab Saudi, misalnya, negara yang dikenal sebagai salah satu negara  penghasil dan pengekspor minyak terbesar, karena bermasalah dengan fiskal negaranya ternyata telah menaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) ke masyarakat.
Venezuela malah menaikan harganya sebesar 6000% dari harga jual sebelumnya. Sedangkan Arab Saudi menaikan sebesar 40%.  Ini pertanda bahwa negara kaya sekalipun yang jumlah rakyat tidak sebanyak Indonesia mengalami kesulitan fiskal dan harus  berani mengambil kebijakan menaikan harga jual BBM.  
 
Indonesia sebagai negara yang jumlah penduduknya terbilang luar biasa, ditambah dengan jumlah kendaraan yang banyak dan terus bertambah,  ditambah lagi dengan kenyataan bahwa indonesia adalah negara pengimport minyak yang sekitar 50% minyaknya dibeli dari luar negeri, sudah barang tentu pasti bermasalah dengan fiskal dan atau  keuangan negara.  Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)  sudah resmi mengumumkan ke publik bahwa untuk  2015, biaya produksi minyak negeri ini (lifting) mengalami‎ kerugian ratusan juta dolar AS. Artinya, cost recovery untuk memproduksi minyak mentah lebih tinggi dibanding harga jualnya. 
 
Harga minyak dunia memang telah terbukti turun, tetapi jika kita memonitor data harga minyak dari hari ke hari, ternyata harga minyak dunia tidak selalu turun terus menerus. Angka harga minyak terbaca bergerak turun dan naik walau kenaikannya tidak drastis.  Artinya, hal tersebut harus disikapi dengan bijak dan cerdas oleh pemerintah yang berkuasa di negeri ini agar kebijakan yang dibuat tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Maka,  penentuan harga jual BBM tidak selalu harus menggunakan  pendekatan ekonomi semata. Perlu  adanya pricing policy yang  mengacu kepada kebijakan energi nasional yang rasional dan “membumi” sejiwa dengan keadaan dan kebutuhan bangsa ini. 
 
Sikap yang bijak dari pemerintah dalam menyikapi anomalinya harga minyak dunia, harusnya dengan berupaya menentukan harga jual BBM dalam posisi yang stabil.  Stabilitasi harga akan memberikan kepastian kepada rakyat dan khususnya  kepada pelaku pasar yang merupakan elemen utama dari perekonomian negeri ini.  Stabilitas dalam hal apapun adalah filosofi dasar yang harus diutamakan dalam membuat kebijakan. 
 
Pemerintah harus memiliki data yang valid yang berasal dari survey yang akurat yang  bisa digunakan dalam melahirkan penetapan terkait kebijakan harga BBM.  Pemerintah tidak harus larut dalam tuntutan segelintir masyarakat yang “berkemampuan” bersuara karena “suara” itu perlu  dibuktikan merupakan suara orang banyak.
Pemerintah harus yakin, misalnya  jika ada desakan ‎agar harga BBM di negeri ini diturunkan apakah ini akan berdampak besar terhadap daya beli masyarakat atau seharusnya ini dikaitkan dengan inflasi. Apakah jika harga BBM diturunkan otomatis hal itu  akan menurunkan tingkat inflasi. Inflasi harus selalu menjadi tolok ukur dalam perekonomian dan kebijakan yang akan dilakukan. 
 
Demikian juga jika pemerintah akan menaikan harga jual BBM, acuan utamanya yang harus diperhatikan pemerintah adalah kenaikan itu apakah akan meningkatkan inflasi. Berapa besar kenaikan inflasi tersebtut. Rakyat negeri ini sudah membuktikan bahwa harga BBM pernah diturunkan oleh pemerintah, namun ternyata penurunan harga BBM tersebut tidak serta merta membuat turunnya harga harga bahan pokok juga tarif transportasi darat. Contoh lain yang jadi perhatian publik pula bahkan ketika harga avtur yang notabenenya adalah BBM nonsubsidi juga turun harganya, ternyata juga tidak membuat tarif penerbangan ikut turun. Padahal, Menteri Perhubungan pernah mengeluhkan mahalnya harga jual avtur yang ditetapkan Pertamina.   
Artinya, sepanjang pemerintah tidak memiliki “kekuasaan dan kemampuan” dalam mengendalikan harga-harga komoditas lain, katakanlah harga sembako dan tarif angkutan yang terkait erat dengan kewenangan pemerintah, maka turunnya harga BBM hanya memberi dampak dan “menguntungkan” hanya terhadap golongan dan pihak tertentu saja bukan terhadap masyarakat banyak. Bukan terhadap seluruh rakyat!  
 
Pemeriintah harus menyadari, ketika menurunkan harga BBM bisa dipastikan tidak akan menuai reaksi dan protes. Tetapi, ketika pemerintah membuat kebijakan menaikan harga bbm sekecil apapun, pasti serta merta menuai reaksi dan protes keras walau publik nyaris mafhum bahwa protes itu terkadang disuarakan oleh pihak pihak tertentu saja yang biasanya selalu ingin bersuara lain . 
 
Sebaliknya ketika harga diturunkan dan publik juga berharap harga harga komoditas lainnya (baca sembako dan tarif angkutan) ikut turun. Bagi pihak yang diuntungkan dengan turunnya harga BBM tersebut dengan keras  akan bereaksi  dengan segala argumentasi bahwa penurunan harga BBM tidak ada pengaruhnya dengan harga harga komoditas lain sehingga mereka  tidak akan menyikapi turunnya harga BBM dengan menurunkan harga dari bisnis yang dia geluti.
 
Pemerintah harusnya lebih bersikap bijak dengan tetap menjaga stabilitas harga. Naik atau turunnya harga BBM pasti akan menimbulkan dampak. Kestabilan harga BBM lebih banyak manfaatnya ketimbang membuat kebijakan yang hanya menimbulkan unstability dan hal ini akan lebih banyak mudharatnya.(**)

Tentang Penulis

Stabilitas Harga BBM Bukan Ketidakpastian Turun Naiknya Harga

Sofyano Zakaria

Pengamat Energi, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi)

Analisa Lainnya

Tatanan Baru Impor Migas

Tatanan Baru Impor Migas

Oleh : Pri Agung Rakhmanto
Founder & Advisor ReforMiner Institute, Dosen Praktisi di FTKE Universitas Trisakti
1 minggu yang lalu
Dilema Mengurai Antrean BBM 

Dilema Mengurai Antrean BBM 

Oleh : Alfian Tanjung
Managing Editor Dunia Energi
2 minggu yang lalu
Opsi Rasional Strategi Kebijakan Hulu Migas Nasional

Opsi Rasional Strategi Kebijakan Hulu Migas Nasional

Oleh : Pri Agung Rakhmanto
Founder & Advisor ReforMiner Institute - Dosen Praktisi di FTKE Universitas Trisakti
1 bulan yang lalu
Rekonsentrasi dan Konsolidasi Bisnis Batubara: Apa Dampaknya?

Rekonsentrasi dan Konsolidasi Bisnis Batubara: Apa Dampaknya?

Oleh : Lili Hermawan
Pemimpin Redaksi Dunia Energi
1 bulan yang lalu
Indeks Analisa

Terpopuler

  • Arsyadany, Direktur PLN Bakal Dilantik Jadi Dirjen Ketenagalistrikan
    Arsyadany, Direktur PLN Bakal Dilantik Jadi Dirjen Ketenagalistrikan
    6 hari yang lalu
  • Proyek UCC Tangguh Senilai US$6 Miliar Capai 54%, bp Mulai Bor Sumur Ubadari
    Proyek UCC Tangguh Senilai US$6 Miliar Capai 54%, bp Mulai Bor Sumur Ubadari
    6 hari yang lalu
  • Bahlil Rombak Pejabat Kementerian ESDM, Diyan Wahyudi Jabat Direktur Hulu Migas
    Bahlil Rombak Pejabat Kementerian ESDM, Diyan Wahyudi Jabat Direktur Hulu Migas
    6 hari yang lalu
  • PLN EPI Beli 600 Kargo LNG Masela Selama 18 Tahun
    PLN EPI Beli 600 Kargo LNG Masela Selama 18 Tahun
    5 hari yang lalu
  • Pipa Bawah Laut 80 KM Mulai Diproduksi di Batam, Groundbreaking Proyek Gas Mako Ditargetkan Bulan Desember 2026
    Pipa Bawah Laut 80 KM Mulai Diproduksi di Batam, Groundbreaking Proyek Gas Mako Ditargetkan Bulan Desember 2026
    6 hari yang lalu

Komentar Terbaru

  • BioCNG Sawit Muratara via PGN, Toyota Calon Pengguna pada PGN Mulai Optimalkan Pemanfaatan Gas dari Limbah Kelapa Sawit Kuartal I 2027
  • Kapal Hidayah Disetujui, Kapan Minyak Madura Mengalir? pada SKK Migas: Kapal Pembawa Topside dan Platform Proyek Hidayah Segera Masuk Indonesia
  • SHA256 Online walkthrough pada Proyek Gas Jumbo Jalan Tanda Tren Positif Investasi Hulu Migas
  • silvester saimar pada Proyek UCC Tangguh Senilai US$6 Miliar Capai 54%, bp Mulai Bor Sumur Ubadari
  • waris agono pada BAPETEN Buka Suara Soal Rencana PLTN Terapung di Maluku Utara: Belum Ada Izin Masuk
Dunia Energi
  • Homepage
  • Tentang Kami
  • Ketentuan Penggunaan
  • Pedoman
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
Copyright © 2026 Dunia-energi.com. All Rights Reserved. Developed by Hilallabs.