JAKARTA – PT Nusantara Regas (NR) meraih penghargaan Indonesia Corporate Maturity Leadership Champions 2026 untuk kategori Corporate Standing Champion 2026 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group, di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (04/11). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen NR dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kematangan organisasi secara berkelanjutan.

Dewan juri memberikan apresiasi terhadap kemampuan NR dalam membangun organisasi yang semakin matang, memperkuat fondasi tata kelola dan kepemimpinan, serta mengelola perubahan secara terstruktur untuk menciptakan nilai bisnis dalam jangka panjang.

Ali Azmy, Direktur Manajemen Risiko PT Nusantara Regas,  menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengintegrasikan prinsip tata kelola dan manajemen risiko dalam seluruh proses bisnis.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi NR untuk terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko secara terintegrasi. Bagi kami, kematangan perusahaan tidak hanya tercermin dari pencapaian kinerja, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam mengantisipasi risiko, beradaptasi terhadap perubahan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Ali dalam keterangannya, Kamis (5/11).

Penguatan kematangan organisasi NR dijalankan melalui lima pilar utama, yakni kepemimpinan dan sumber daya manusia, tata kelola dan kepatuhan, keunggulan operasional, manajemen risiko, serta digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. Kelima pilar tersebut menjadi landasan perusahaan dalam memperkuat efektivitas pengelolaan bisnis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memastikan keberlanjutan operasional di tengah dinamika industri energi.

Penguatan tata kelola dan manajemen risiko tersebut juga memiliki peran strategis dalam mendukung keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Melalui pengelolaan risiko yang terukur, NR berupaya meminimalkan potensi gangguan operasional pada fasilitas regasifikasi LNG yang memasok gas bumi bagi pembangkit listrik di Muara Karang, Tanjung Priok, dan Muara Tawar. Upaya ini turut mendukung keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan skor Risk Maturity Index (RMI) NR secara bertahap dari 3,37 menjadi 3,71 hingga mencapai 4,22 pada Tahun Buku 2025, dengan kategori Praktik Sangat Baik, melampaui target perusahaan sebesar 3,9.

Dalam implementasinya, NR menerapkan pendekatan Three Lines Model untuk memperjelas peran dan tanggung jawab pengelolaan risiko di setiap lini organisasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna memperkuat pemantauan risiko dan efektivitas pengambilan keputusan.

Sejalan dengan hal tersebut, NR juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efektivitas pemantauan dan pengelolaan risiko. Digitalisasi ini diarahkan untuk memperkuat kualitas informasi, pemantauan tindak lanjut mitigasi risiko, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif dan terukur.

Sebagai bagian dari Pertamina Group, penguatan tata kelola dan manajemen risiko NR turut sejalan dengan arah transformasi BUMN yang didorong Danantara Indonesia, khususnya dalam penerapan tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional. Langkah ini juga selaras dengan misi Danantara dalam membangun perusahaan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai ekonomi maupun sosial secara berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

“Manajemen risiko tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis. Melalui penguatan budaya sadar risiko, penerapan tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital, kami berupaya membangun organisasi yang semakin tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri energi,” ujar Ali.

Ke depan, NR berkomitmen terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko guna menjaga keandalan operasional, meningkatkan ketahanan bisnis, serta mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi nasional.

PT Nusantara Regas (NR) merupakan bagian dari Pertamina Group yang bergerak di bidang pengelolaan infrastruktur penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (LNG). NR mengelola fasilitas Floating Storage and Regasification Terminal (FSRT) Jawa Barat yang meliputi Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu di perairan Teluk Jakarta serta Onshore Receiving Facilities (ORF) Muara Karang sebagai fasilitas penerimaan dan penyaluran gas bumi di darat. Melalui pengelolaan kedua fasilitas tersebut, NR berperan dalam mendukung keandalan pasokan energi, khususnya bagi pembangkit listrik di wilayah Jakarta dan Jawa bagian barat.