TOKYO – Yokogawa Electric Corporation (TOKYO: 6841) resmi meluncurkan OpreX Gas Density Meter generasi terbaru sebagai bagian dari lini OpreX Analyzer.
Perangkat pengukur densitas gas ini dirancang untuk pengukuran berkecepatan tinggi dengan peningkatan signifikan pada sisi pengoperasian, yakni dilengkapi layar sentuh berwarna dan kemampuan komunikasi digital, sehingga lebih mudah digunakan dibandingkan model sebelumnya.
Yokogawa sudah mulai penjualan untuk versi non-explosion-proof. Sementara untuk versi tahan ledakan yang telah memenuhi standar sertifikasi internasional IECEx dan ATEX Directive yang diwajibkan untuk pasar Eropa, akan diluncurkan pada akhir April 2027.
Alat ini bekerja dengan menghitung densitas gas, berat jenis, berat molekul, konsentrasi, dan nilai kalor melalui pengukuran frekuensi resonansi yang bervariasi tergantung densitas gas.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 1997, alat pengukur densitas gas Yokogawa telah digunakan luas di berbagai sektor industri, mulai dari pembangkit listrik, minyak dan gas, hingga produksi baja, dengan pengiriman kumulatif lebih dari 6.600 unit.
Peluncuran ini menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh. Meningkatnya permintaan listrik global yang dipicu pertumbuhan pusat data (data center) mendorong pasar turbin pembangkit listrik.
Generator turbin berukuran besar membutuhkan pendinginan menggunakan gas hidrogen untuk meredam panas akibat putaran kecepatan tinggi. Namun hidrogen dapat menjadi eksplosif jika bercampur oksigen di atas konsentrasi tertentu, sehingga pemantauan konsentrasi gas menjadi krusial untuk keamanan operasional pabrik.
Selain itu, pasar teknologi metanasi dan elektrolisis air juga diproyeksikan berkembang seiring kebijakan energi terbarukan dan inisiatif dekarbonisasi di Eropa, yang turut meningkatkan permintaan solusi pemantauan multi-jenis gas.
“Produk ini menyasar pasar utama di sektor tenaga listrik, energi terbarukan, kimia, baja, minyak, dan gas/LNG,” tulis manajemen Yokogawa dalam keterangan yang diterima Dunia Energi,(16/10).
Yokogawa sendiri merupakan penyedia solusi pengukuran, pengendalian, dan informasi untuk berbagai industri. Didirikan di Tokyo pada 1915, perusahaan ini kini memiliki lebih dari 18.000 karyawan dalam jaringan global yang mencakup 136 perusahaan di 63 negara.(RA)





Komentar Terbaru