JAKARTA – Sumur pengembangan PB-42 di Wilayah Kerja (WK) Mahato, Riau, berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 520 barel per hari (BOPD), atau sekitar 117% dari target yang ditetapkan sebesar 448 BOPD.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu capaian positif dalam pengembangan WK Mahato yang dioperasikan Texcal Energi Mahato Inc. Sumur PB-42 berada di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas  mengatakan capaian produksi tersebut menunjukkan hasil positif dari kegiatan pengeboran dan pengembangan sumur di WK Mahato.

“Sumur PB-42 merupakan sumur pengembangan dengan tipe horizontal yang menargetkan reservoir Bekasap Sand C,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Rabu (16/9).

Pengeboran menggunakan Rig BDSD#8 berkapasitas 1.500 horsepower (HP) hingga mencapai kedalaman akhir 7.655 kaki (ft), dengan panjang section horizontal sekitar 500 ft.

Penerapan teknologi pengeboran horizontal dilakukan untuk meningkatkan kontak lubang sumur dengan reservoir sehingga potensi produksi dapat dioptimalkan.

Sumur PB-42 mulai ditajak pada 17 Agustus 2026 dan berhasil diselesaikan pada 14 September 2026. Dari sisi operasional, kegiatan pengeboran dan pengujian dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari, atau tiga hari lebih cepat dibandingkan rencana 31 hari.

Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang efektif dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Dari sisi biaya, pelaksanaan pengeboran juga mencatatkan efisiensi. Biaya aktual tercatat sekitar 91% dari biaya yang direncanakan sebesar US$5,457 juta. Dengan demikian, estimasi biaya aktual mencapai sekitar US$4,962 juta. Efisiensi tersebut dicapai tanpa mengurangi pencapaian sasaran teknis maupun target produksi sumur.

Setelah pengeboran selesai, sumur PB-42 diproduksikan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) untuk mendukung proses pengangkatan fluida dan menjaga tingkat produksi.

Dengan realisasi produksi mencapai 520 BOPD, sumur PB-42 mencatatkan produksi sekitar 72 BOPD di atas target. Capaian ini diharapkan memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak WK Mahato sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional. ““Mohon doa, sisa kegiatan pengeboran, work over dan well service sampai Desember juga menghasilkan produksi yang lebih besar dari target,” ujar Djoko.