JAKARTA – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengembangkan inovasi teknologi berbasis formulasi kimia untuk mengatasi tingginya aliran gas dan air pada sumur idle B-09. Teknologi Gas and Water Shut-Off (GWSO) tersebut berhasil menekan aliran gas dari reservoir ke lubang sumur dan membuka kembali peluang produksi minyak dari sumur yang sebelumnya tidak berproduksi.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil pengembangan formulasi bahan kimia tertentu oleh ExxonMobil untuk menghambat laju alir gas dan air atau GWSO dari reservoir menuju lubang sumur (wellbore).
“Alhamdulillah, Exxon Cepu berhasil menghidupkan kembali idle well atau sumur mati B-09 dengan menggunakan bahan kimia tertentu untuk menghambat laju alir gas dan air (GWSO) dari reservoir ke lubang bawah sumur (wellbore), sehingga minyak yang keluar dapat lebih banyak,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Minggu (9/8).
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyebut inovasi tersebut mampu menurunkan Gas Oil Ratio (GOR) secara signifikan. GOR sumur B-09 yang sebelumnya mencapai sekitar 2.100 standar cubic feet per barrel (scf/bbl) berhasil ditekan menjadi sekitar 400 scf/bbl.
Menurut Djoko, inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap pengembangan formulasi. ExxonMobil selanjutnya bekerja sama dengan Halliburton untuk memproduksi bahan kimia tersebut dan melakukan injeksi ke dalam sumur.
“Bahan kimia dengan formulasi atau ramuan tertentu diciptakan oleh Exxon, kemudian diserahkan ke Halliburton untuk diproduksikan dan diinjekan ke dalam sumur,” kata Djoko.
Penerapan teknologi tersebut memberikan dampak langsung terhadap performa sumur. Dengan berhasil ditekanannya aliran gas, porsi produksi minyak dari sumur B-09 dapat ditingkatkan.
“Alhasil GOR atau Gas Oil Ratio turun dari 2.100 scf/bbl menjadi 400 scf/bbl. Sumur ini akhirnya berproduksi lagi 4.500-8.000 BOPD,” ujar Djoko.
Keberhasilan ExxonMobil menghidupkan kembali sumur B-09 menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan inovasi dapat menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur yang sebelumnya tidak ekonomis atau mengalami kendala produksi akibat tingginya aliran gas dan air.
SKK Migas berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi minyak nasional, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi serupa pada sumur-sumur idle lainnya. Selain itu seluruh kegiatan hulu migas yang masih berjalan hingga akhir 2026 diharapkan memberikan hasil maksimal, termasuk kegiatan pemboran, workover, dan well service.


Komentar Terbaru