JAKARTA — Pembangkit listrik North Duri Cogeneration (NDC)-3 milik PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) yang mendukung operasional Blok Rokan telah kembali berangsur normal oeprasionalnya setelah menyelesaikan rangkaian perbaikan selama beberapa bulan lalu kemudian commissioning pada 21 September 2026.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, seluruh parameter operasi pembangkit saat ini telah memenuhi kondisi yang dipersyaratkan sehingga unit NDC-3 telah dinyatakan mampu beroperasi secara normal.

“Sehubungan dengan telah selesainya rangkaian commissioning NDC-3 pada 21 September 2026 dengan semua parameter operasi saat ini, unit NDC-3 telah dideklarasikan mampu beroperasi normal,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Selasa malam(22/9).

Menurut Djoko, setelah dinyatakan normal, unit NDC-3 saat ini telah beroperasi dengan mode cogeneration. Pembangkit tersebut memasok listrik sekaligus menghasilkan uap yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasi di Blok Rokan.

“Saat ini unit-3 beroperasi dengan mode cogeneration pada beban baseload 95 MW dan HRSG untuk memproduksi uap,” ujar Djoko.

Pengoperasian NDC-3 menjadi bagian penting dalam mendukung keandalan pasokan energi untuk kegiatan operasional Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Mode cogeneration memungkinkan pembangkit tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga memanfaatkan panas buang dari proses pembangkitan untuk menghasilkan uap melalui Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Uap tersebut dapat dimanfaatkan dalam kegiatan operasi hulu migas, termasuk mendukung kebutuhan injeksi uap pada kegiatan peningkatan produksi minyak.

Sebelumnya, keandalan sistem kelistrikan dan pasokan uap menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung operasi Blok Rokan, terutama seiring pelaksanaan program peningkatan produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Dengan NDC-3 kini kembali beroperasi pada beban baseload 95 MW sekaligus memproduksi uap, dukungan energi bagi kegiatan operasi Blok Rokan diharapkan semakin stabil.

Blok Rokan merupakan salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia dengan lapangan-lapangan tua yang membutuhkan dukungan teknologi dan infrastruktur untuk mempertahankan serta meningkatkan produksinya. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah injeksi uap untuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir.

Ketersediaan listrik dan uap yang andal menjadi salah satu prasyarat penting agar kegiatan produksi dan program peningkatan produksi di Blok Rokan dapat berjalan secara optimal.