CIKARANG — Di tengah antrean pembelian trafo baru yang bisa mencapai 4 tahun di Jerman dan 3 tahun di Korea, PT Wismatata Eltrajaya (WEJ) menekankan pentingnya perawatan aset eksisting.
Hal itu disampaikan dalam Seminar dan Mini Exhibition HUT ke-39 WEJ bertema “Keep Transformer Safety and Still Alive in a Good Performance” di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).
Data Reinhausen Indonesia (MR) yang dipaparkan di acara itu menunjukkan umur trafo bisa mencapai 40-45 tahun di Jerman jika dipelihara dengan baik. Sebaliknya, abai perawatan jadi penyebab utama 45% kegagalan trafo akibat kumparan, 20% akibat OLTC, dan 15% akibat bushing berdasarkan studi CIGRE.
“Not price, but proof. Kedepan pertimbangan utama bukan lagi harga, tapi keandalan dan resilience terhadap gangguan,” tegas CEO Wisma Group sekaligus Dirut WEJ, Tjahjadi Aquasa.
EVP Manajemen Aset PLN Tri Hardimasyar yang hadir dalam seminar mengapresiasi WEJ. Menurutnya, trafo bukan sekadar peralatan listrik semata, tetapi sebuah aset penting yang menentukan keberlangsungan penyaluran energi listrik kepada pelanggan dan masyarakat. Gangguan pada satu transformator dapat berdampak luas terhadap keandalan sistem, pelayanan pelanggan, dan keberlangsungan ekonomi.
“Oleh sebab itu, pengelolaan transformator tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan breakdown maintenance atau time base maintenance semata, tetapi best global practice sudah bergerak menuju implementasi aset manajemen,” ujar Tri Hardimasyar.
WEJ yang kini telah mengakuisisi PT Wiswatata Eltra Perkasa (WEP) di Sidoarjo dan berencana menambah workshop serta 2 bisnis unit baru di 2026, memamerkan teknologi proteksi kebakaran Sergi Energy dan sistem monitoring online berbasis ETOS dari Reinhausen. Tujuannya untuk menggeser paradigma dari time-based maintenance ke predictive intelligence.
“Trafo sekarang juga rawan cyber-attack seperti yang terjadi di Jakarta 2019,” ujar Tjahjadi Aquasa.
Senada, Tommy Halim dari Reinhausen Indonesia menjelaskan sistem ETOS yang memungkinkan pemantauan 24 jam via sensor DGA dan suhu. “Ini peringatan dini. Dari maintenance tiap 2 tahun, sekarang bisa berbasis kondisi bahkan memprediksi sebelum rusak,” katanya.
Seminar yang dibuka EVP Aset PLN Tri Hardimasyar ini juga menyorot kenaikan suhu oli 12°C yang bisa memangkas umur trafo hingga 75%. Pameran mini diikuti 9 perusahaan termasuk Shell Indonesia, MR, dan Jiangsu Tianrui.
Berawal dari kontraktor elektrikal 1974, PT Wismatata Eltrajaya (WEJ) kini menjadi pemain utama perawatan dan regenerasi trafo di Indonesia. Setelah mengakuisisi WEP pada 2025, WEJ terus melakukan ekspansi dengan menambah workshop di beberapa wilayah dan mulai tahun 2026 membuka 2 bisnis unit baru untuk trading dan pemasaran peralatan trafo dan bisnis jasa lainnya.(RA)

Komentar Terbaru