SAUMLAKI – Pembangunan Proyek Strategis Nasional Lapangan Gas Abadi Blok Masela akhirnya dimulai, masyarakat Kepulauan Tanimbar menaruh harapan agar investasi besar tersebut membawa manfaat nyata bagi daerah.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fisik Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, Kamis (16/7), menegaskan pengembangan Blok Masela tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah juga menempatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan proyek.

“Kita sudah bicara kepada Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi, Inpex, dan SKK Migas. Kami ingin proyek yang begini besar dilakukan tanpa kita melupakan hak-hak keseluruhan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar,” ujar Bahlil disela groundbreaking, Jumat (17/7).

Menurut Bahlil, pembangunan Lapangan Gas Abadi Blok Masela harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan warga yang telah mengelola lahan di sekitar lokasi proyek. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan kebijakan kompensasi bagi masyarakat yang telah memanfaatkan lahan secara turun-temurun, termasuk yang berada di kawasan hutan.

“Sekalipun tanah yang dipakai adalah tanah kawasan hutan, namun mereka sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah berang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan (Presiden) agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya,” jelas Bahlil.

Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Bahlil meminta operator Blok Masela, Inpex Masela Ltd., bersama pemerintah daerah memperkuat program pelatihan vokasi bagi masyarakat setempat. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat asal Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya memiliki keterampilan yang sesuai untuk mengisi berbagai posisi, baik teknis maupun strategis, sejak tahap konstruksi hingga operasional proyek.

Komitmen terhadap keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi bagian dari kesepakatan pemerintah dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda. Bahlil menyebut, masyarakat yang berada di wilayah terdekat dengan proyek akan menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kami telah bersepakat dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier satu dan dua dulu, kalau sudah habis kita ambil dari saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Tapi selama ada di sini, pakai dulu di sini. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tidak kita memprioritaskan mereka,” ujarnya.

Komitmen tersebut mendapat tanggapan dari Gerson, warga Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pria berusia 74 tahun yang memiliki empat anak dan dua cucu itu berharap pembangunan proyek dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga sekitar. Saya paling sangat dan paling bangga karena Proyek Strategis Nasional ini dimulai untuk menunjang masyarakat Lematang .

“Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah mulai Proyek Masela ini kedepan untuk kepentingan dari anak sampai cucu kita lebih lebih maju,” kata Gerson.

Ia juga berharap masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung ketika proyek mulai berjalan.

“Kalau proyek ini sudah jalan (semoga) dapat memberi peluang kita masyarakat mendapat pekerjaan bagus dan baik,” harapnya.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sebesar USD 20,9 miliar dan menjadi salah satu pengembangan lapangan gas terbesar di Indonesia. Dimulainya pembangunan fisik proyek ini menandai masuknya proyek ke tahap pelaksanaan sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatan pendukung.

Pemerintah dan pihak pengelola proyek menyatakan komitmen untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek perlindungan hak masyarakat, pengembangan tenaga kerja, dan pemberdayaan ekonomi di sekitar wilayah proyek. (RI)