JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Migas, pemerintah daerah, serta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) resmi menandatangani kesepakatan bersama untuk mempercepat penyediaan lahan bagi pengeboran sejumlah sumur migas strategis di Kabupaten Bojonegoro, Demak, dan Grobogan.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, mengatakan kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh Kepala KSP, Kepala SKK Migas, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Direktur di Kementerian Pertanian, Direktur Hulu Migas, Bupati Bojonegoro, Bupati Demak, serta Bupati Grobogan.
Kesepakatan itu membuka jalan bagi percepatan pengeboran tiga proyek strategis, yakni Sumur KKW yang dioperasikan KKKS ExxonMobil Cepu di Kabupaten Bojonegoro dengan kebutuhan lahan sekitar 0,6 hektare.
Sumur BGE-1 milik KKKS Pertamina EP yang membutuhkan lahan sekitar 3,5 hektare di Bojonegoro. “Serta Sumur RBG-5, RBG-6, dan RBG-7 yang dioperasikan KKKS TIS di Kabupaten Demak dan Grobogan dengan kebutuhan lahan sekitar 4,4 hektare,” ungkap Djoko.
Menurut Djoko, proyek-proyek tersebut memiliki potensi cadangan yang cukup besar sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional.
“Adapun total potensi cadangan migasnya adalah 23 juta barel dan 1,5 TCF atau 35.000 BOPD dan 450 MMSCFD,” kata Djoko dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Ia berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar sehingga kegiatan pengeboran bisa segera dimulai.
Djoko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, pemerintah daerah, dan KKKS yang telah berkolaborasi mempercepat proses perizinan dan penyediaan lahan.
“Terima kasih atas dukungan, bantuan, dan doa Bapak-Ibu semua. Salam Hormat Penuh Semangat. SKK, KSP, PEP, Exxon, TIS, ATR/BPN, Kementan, dan para Bupati,” ungkap Djoko.
Percepatan penyediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan eksplorasi migas. Dengan dimulainya pengeboran sumur-sumur tersebut, pemerintah berharap tambahan cadangan dan produksi migas dapat segera terealisasi guna mendukung target lifting nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia


Komentar Terbaru