BLORA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong optimalisasi produksi Kilang Cepu guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global melalui pasokan minyak mentah dari sumur masyarakat di Jawa Tengah.

Djoko SiswantoKepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan pihaknya bersama tim lintas instansi telah mengunjungi langsung Kilang Cepu milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang telah beroperasi sejak 1896.

“kami bersama Tim Satgas Pak Rudi Gajah, Pak Nanang, Pak Ariana, Pak Ibnu, GM PEPC, Koperasi, Kades, Penambang dan seluruh tim Ditjen Migas KESDM & Tim SKK Migas serta Kapus BPSDM berserta jajaran telah mengunjungi langsung kilang Cepu milik KESDM yg di bangun sejak jaman Belanda yaitu thn 1896, yang konon ceritanya pernah mengolah crude oil sampai 15.000 barel per hari (BPH), saat ini masih beroperasi mengolah minyak mentah 2.000 bopd menjadi BBM,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (27/3).

Lebih lanjut, ia menjelaskan nantinya direncanakan bakal ada peningkatan kapasitas pengolahan melalui tambahan pasokan minyak mentah yang berasal dari sumur masyarakat.

“Kepala BPSDM telah bersurat untuk meminta tambahan pasokan minyak mentah ( Crude Oil) agar bisa mengolah secara optimum sampai dengan 3.800 bph menjadi BBM,” lanjutnya.

Menurut Djoko, optimalisasi Kilang Cepu menjadi langkah strategis di tengah situasi global saat ini. “Ditengah gejolak global saat ini , sangat tepat kilang ini produksinya dioptimalkan meskipun sudah berusia sangat tua sekali, untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tambahan pasokan minyak mentah dinilai tersedia, terutama dari sumur masyarakat di Jawa Tengah.

“Tambahan minyak mentah yg diminta BPSDM sangat tersedia khususnya yang berasal dari sumur masyarakat dari Jawa Tengah khususnya Kabupaten Blora dan Kendal yang dapat berproduksi sekitar 2000 bph,” ujarnya.