Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Penerimaan Negara 2013 Dari Kegiatan Hulu Migas Mencapai USD 31,315 Miliar

Kegiatan operasi hulu migas.

Kegiatan operasi hulu migas.

JAKARTA – Sepanjang 2013 negara berhasil meraup penerimaan dari kegiatan hulu (produksi) minyak dan gas (migas) sebesar USD 31,315 miliar. Pencapaian ini masih lebih rendah dari yang ditargetkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johannes Widjonarko menuturkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 menargetkan penerimaan dari hulu migas sebesar USD 31,7 miliar.

“Jadi pencapaian ini baru 99% dari yang ditargetkan,” ujarnya dalam konferensi pers akhir tahun SKK Migas di Jakarta pada Senin, 30 Desember 2013.  Tidak tercapainya target, kata Widjonarko, akibat adanya sejumlah kendala. Diantaranya kendala subsurface (kondisi sumur dan lapangan pemboran, red) dan penyerapan gas oleh buyer (pembeli, red) yang lebih rendah dari komitmen.

Ia menerangkan, APBN-P 2013 menargetkan lifting minyak (minyak bagian negara, red) sebesar 840.000 barel per hari (BOPD) dan lifting gas (gas bagian negara, red) sebesar 7.175 juta British thermal unit per hari (MMBTUD). Sedangkan outlook (kondisi terkini, red) lifting sampai akhir 2013 hanya 826.000 BOPD (98% dari target APBN-P) untuk minyak, dan 6.981 MMBTUD (97% dari target APBN-P) untuk gas.

Kendala subsurface, ungkapnya, memberikan kontribusi kehilangan potensi produksi terbesar, yaitu sekitar 35.000 BOPD. Kendala subsurface yang dimaksud adalah decline rate (penurunan produksi alamiah, red) di lapangan eksisting yang rata-rata mencapai 4,1%, khususnya di lapangan mature (tua) di wilayah kerja Rokan dan Mahakam. Di dua lapangan itu decline rate lebih dari 5%.

Kendala signifikan lainnya, lanjut Widjonarko, adalah penyerapan gas oleh pembeli yang lebih rendah dari komitmen. Terdapat 15 pembeli gas bumi yang melakukan offtake gas di bawah komitmen, karena adanya kendala fasilitas dan jaringan. Hal ini berkontribusi atas kehilangan potensi produksi sebesar sekitar 420 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) atau 75.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Widjonarko mengaku, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) migas sebenarnya telah melakukan beberapa upaya, untuk mengoptimalkan pencapaian target produksi 2013. Antara lain melakukan pengeboran pengembangan, work over, dan well service.

Tiga kegiatan itu menghasilkan tambahan produksi sebesar 93.900 BOPD, dan mengurangi frekuensi unplanned shutdown (penghentian produksi yang tidak terencana, red) yang menambah produksi sebesar 8.600 BOPD. Namun kendala lainnya, termasuk pencurian minyak mentah, justru menggerogoti optimalisasi produksi yang sudah dicapai.

KENDALA PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI MIGAS DI 2013

 

Kendala Dalam Capaian Target Produksi

 

 

Opportunity Lost 

BOPD

MMSCFD

Jadwal Proyek Onstream Mundur

·         Selama tahun 2013 terdapat 4 proyek di minyak dan gas bumi yang mengalami kemunduran jadwal onstream (Odira, PEP Gundih, Manhattan, NDD-13 CPI)

1.400

 

90

(16 MBOE/d)

 

Kendala Subsurface

·         Decline rate di lapangan eksisting mencapai rata-rata mencapai 4.1%.

·         Khususnya di lapangan mature di wilayah Rokan dan Mahakam (yang signifikan), decline rate rata-rata mencapai >5%

35.000

 

Masalah Operasional

·         Kendala teknis operasi produksi

·         Kendala dalam kegiatan lifting, dengan total 47 kejadian selama tahun 2013 (terutama masalah dengan kapal, yang mencapai 29 kejadian)

·         Keterlambatan pengadaan fasilitas dan peralatan produksi

·         Kendala Perijinan

·         Gangguan pencurian dan keamanan, serta illegal tapping yang mencapai sekitar 2100 kejadian di tahun 2013

5.500

 

180

(32 MBOE/d)

 

Penyerapan Gas Oleh Buyer Lebih Rendah

·         Terdapat 15 pembeli Gas bumi yang melakukan offtake Gas di bawah komitmen, terkait kendala fasilitas dan jaringan di midstream/downstream

 

420

(75 MBOE/d)

 

Unplanned Shutdown

·         Selama tahun 2013, terdapat sekitar 1.600 kejadian yang menyebabkan unplanned shutdown

·         Kejadian pada fasilitas produksi (sekitar 900 kejadian) yang paling sering menyebabkan unplanned shutdown

10.200

 

TOTAL

52.100

690

(123 MBOE/d)

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)