Dunia Energi Logo Jumat, 24 November 2017

Konsep Bisnis Terintegrasi Untuk Optimalkan Gas

JAKARTA – Tanpa kerja keras para pemangku kepentingan target pemanfaatan energi gas hingga 22% atau sebesar Gas 628 Mboe pada 2025 sepertiri dicanangkan pemerrintah mustahil tercapai, Target yang tertuang dalam roadmap bauran energi yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia dan akan mengurangi porsi penggunaan BBM secara signifikan dari 47% hingga 25%.

Menurut Chairman Indonesian Gas Society (IGS), Hari Karyuliarto untuk mewujudkan target bauran energi 2025, seluruh stakeholder perlu mendorong percepatan penggunaan energi gas dengan mengembangkan konsep bisnis gas terintegrasi mulai dari upstream, midstream dan downstream. Ketiga sektor tersebut dikembangkan secara simultan dan tidak saling menghalangi, sehingga gas menjadi sumber energi yang dapat diterima pasar, suplai yang tersedia dan mampu mempercepat monetisasi sektor hulu.
“Jika tiga sektor terkoordinasi dan terintegrasi, gas akan menjadi sumber energi yang tepat, sehingga kita akan mampu mengatasi krisis energi di masa depan,”kata Hari Karyuliarto dalam acara Indonesia Energy Forum
Kondisi bisnis gas di Indonesia, lanjut Hari Karyuliarto perlu terus dikembangkan secara terkoordinasi dan terintergrasi, agar dapat memberikan multiplier effects bagi industri yang melingkupinya. Untuk itu, diperlukan sinergi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan dari berbagai sector terkait.
Berlandaskan semangat itu, sejumlah pemangku kepentingan membentuk Indonesian Gas Society (IGS). Secara umum, IGS memiliki visi masa depan yakni menjadi organisasi lintas-profesional yang andal, efektif, dan independen untuk memfasilitasi pemecahan masalah bagi pemangku kepentingan dalam industri gas di Indonesia.

Dengan visi tersebut, IGS menjalankan beberapa misi utama yakni mencoba menciptakan gas alam sebagai salah satu sumber energi yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di Indonesia. Selain itu, IGS juga akan memberikan masukan strategis kepada pengambil kebijakan (Pemerintah Pusat dan Daerah, DPR, dan kalangan industri), mempromosikan pengembangan industri gas pemangku kepentingan di kalangan industry, dan memfasilitasi pemerataan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan industri gas di Indonesia. Yang terpenting, IGS berharap organisasi ini dapat memberikan manfaat besar bagi para anggotanya.

“Sebagai organisasi non-profit, IGS berharap dapat mendukung pengembangan industri gas di Indonesia, dari hulu sampai hilir, yang meliputi aspek komersial, teknis, operasional dan HSE,”kata Hari Karyuliarto.
(AH/dunia-energi@yahoo.co.id)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)