Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

Harga Minyak Capai Titik Terendah Sejak Februari 2009

Oil production platform and supoort ships Alaska

Jumlah rig AS naik dorong penurunan harga minyak.

 

 

JAKARTA-Harga minyak mentah turun lagi untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (Sabtu pagi WIB) karena kenaikan jumlah rig pengeboran aktif Amerika Serikat (AS) menambah kesuraman atas pasar minyak yang sedang kelebihan pasokan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun US$22 sen menjadi berakhir di US$34,73 per barel di New York Mercantile Exchange, tingkat terendah baru sejak Februari 2009.

Menurut laporan AFP  yang dilansir Antara di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun US$18 sen menjadi menetap di US$36,88 per barel.

Data yang dirilis perusahaan jasa minyak Baker Hughes menunjukkan jumlah rig pengeboran minyak AS yang aktif naik 17 menjadi 541 untuk minggu yang berakhir 18 Desember. Data itu memicu kekhawatiran bahwa produksi akan tetap tinggi.

Kyle Cooper dari IAF Advisors mengatakan kenaikan jumlah rig pengeboran akan dilihat dalam konteks jumlah yang sudah “sangat rendah” dibandingkan dengan 1.536 rig tahun lalu.

Tapi, Cooper mengatakan, “fundamental masih mendukung tren penuruan” dalam harga minyak.

Harga minyak telah jatuh dari posisi di atas US$100 per barel pada Juli 2014 karena produksi yang tinggi dari Amerika Serikat dan anggota-anggota utama Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang belum memangkas produksi mereka dalam menanggapi penurunan harga.

Keputusan minggu ini oleh Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga AS juga telah menekan minyak karena mengangkat dolar. Sebuah penguatan greenback memperlemah permintaan minyak berdenominasi dolar di pasar internasional. (DR)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)