Dunia Energi Logo Jumat, 22 September 2017

Dampak Negatif Brexit Ditekan, Harga Minyak Menguat

JAKARTA – Patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik US$1,52 menjadi US$47,85 per barel di New York Mercantile Exchange pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik US$1,42 menjadi US$48,58 per barel di perdagangan London.

Harga minyak dunia berbalik arah seiring kenaikan sama yang mengangkat pasar-pasar ekuitas yang telah jatuh sejak keputusan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Keputusan Brexit pada Kamis (23/6) tidak hanya mengirim seluruh pasar keuangan dunia meluncur, harga minyak juga mundur dan pound Inggris merosot ke posisi terendah 30-tahun.

“Setelah penurunan tajam di seluruh komoditas energi, ekuitas dan berbagai mata uang dalam beberapa hari terakhir, hari ini adalah hari kita memiliki reli, dengan pasar melihat rebound yang tak terelakkan,” kata analis Matt Smith dari ClipperData.

Patrick OHare, analis Briefing.com, mengatakan ada keyakinan awal pada saat ini, bahwa reaksi-reaksi itu berlebihan dalam jangka pendek, sehingga ada beberapa aktivitas perburuan harga murah yang terjadi di pasar kelebihan jual (oversold) dan beberapa aksi ambil untung yang terjadi di pasar kelebihan beli (overbought).

Analis mengatakan penguatan pasar minyak juga didorong oleh kekhawatiran tentang potensi pemogokan dalam industri minyak Norwegia, yang dapat mempengaruhi hanya di bawah 20% dari produksi minyak negara Skandinavia itu.

Xinhua melaporkan pemulihan harga minyak juga didukung pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels pada Selasa untuk pertemuan dua hari guna membahas keputusan Inggris meninggalkan blok itu, meningkatkan spekulasi bahwa pembuat kebijakan dapat mengambil langkah-langkah untuk membatasi dampaknya terhadap ekonomi.(AT/ANT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)