JAKARTA – Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk bisa memulihkan kondisi defisit neraca perdagangan yang pada Juli lalu mencapai US$2,03 miliar. Salah satu langkahnya adalah dengan mengurangi impor di sektor energi.

Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengungkapkan PT PLN (Persero) bisa memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia. Konsumsi bahan baku energi yang tinggi membuat PLN menjadi salah satu motor untuk bisa kurangi penggunaan bahan baku yang pasokannya berasal dari luar negeri.

Bahan baku tersebut tidak hanya barang kebutuhan proyek ketenagalistrikan, namun juga bahan baku konsumsi.

Salah satu yang diwacanakan Rini adalah melalui pengurangan penggunaan solar di mobile power plant yang selama ini digunakan PLN.

“Seumpanya, ada beberapa mobile power plant dari PLN yang bisa dikonversi memakai 100% CPO (biodiesel B100). Ini juga saya dorong,” kata Rini di Jakarta, Jumat (31/8).

Percepatan penggunaan biodiesel sebenarnya sudah dimulai dengan ditetapkannya perluasan penggunaan  campuran CPO 20% dengan solar atau mandatori B20 tidak hanya untuk Public Service Obligation (PSO) tapi juga Non PSO.

Menurut Rini, jika CPO yang dicampur 20% maka masih ada 80% penggunaan solar, dan itu merupakan peluang yang harus bisa dimanfaatkan untuk dikurangi. “Kalau sekarang memang B20 secara menyeluruh, 80% masih solar 20% CPO,” tukasnya.

Lebih lanjut Rini mengaku akan membahas usulan tersebut dengan PLN dan pihak terkait lain. Pasalnya  sudah tidak ada halangan untuk bisa menerapkan B100 untuk mesin pembangkit karena sudah ada teknologi yang bisa agar mesin menyerap biodiesel secara penuh.

Namun dia mengingatkan bahwa konversi solar ke B100 untuk pembangkit listrik bukan hal sederhana, untuk itu tetap butuh waktu persiapan. Jika berhasil maka tidak tertutup kemungkinan listrik berkapasitas 1.000 MW akan dihasilkan dari bahan bakar nabati (BBN) berupa CPO atau minyak kelapa sawit.

“Ini jangka menengah panjang. Ini bisa mengurangi devisa sampai dengan US$1 miliar. Hal seperti itu yang kami coba,” kata Rini.(RI)