JAKARTA – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menambah kapasitas energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Dua proyek yang tengah dikebut yakni PLTS Karangkates dan PLTS Tembesi.
Dwi Hartono, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power mengatakan, pembangunan PLTS Karangkates saat ini telah memasuki fase konstruksi dengan progres sekitar 70%. Perseroan menargetkan pembangkit tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini.
“Saat ini fase konstruksi. Sudah 70% di masa konstruksi. Kami berharap bisa beroperasi di tahun ini. Kami lagi kejar untuk bisa dioperasikan di tahun ini,” kata Dwi ditemui disela Electricity Connect 2026, Tangerang Rabu (23/9).
PLTS Karangkates memiliki kapasitas sebesar 133 MWp. Pembangkit tersebut diproyeksikan mampu memasok listrik untuk sekitar 35.000 pelanggan. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar US$100 juta.
Selain Karangkates, PLN NP juga tengah membangun PLTS Trembesi atau Tembesi dengan kapasitas 35 MWac atau setara 46 MWp. Proyek tersebut saat ini juga telah memasuki tahap konstruksi dengan progres hampir 70%. PLTS Terapung Trembesi merupakan kerjasama dengan PT TBS Energi Utama Tbk
“PLTS Trembesi kapasitas 35 MWac atau 46 MWp. Sekarang juga sudah fase konstruksi. Targetnya di akhir tahun ini bisa dioperasikan. Sekarang hampir 70%,” ujar Dwi.
Menurut dia, PLN NP berharap PLTS Karangkates dan PLTS Tembesi dapat beroperasi secara bersamaan pada akhir 2026. “Jadi Trembesi sama Karangkates diharapkan bisa barengan masuk,” katanya.
Siapkan Proyek PLTS Baru
Selain mengejar penyelesaian Karangkates dan Tembesi, PLN NP juga tengah memproses sejumlah proyek PLTS yang ditargetkan masuk pada 2027. Dwi mengatakan, beberapa proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap pengadaan. Empat proyek yang sedang diproses antara lain PLTS Batang, Sumenep, Paiton, dan Pemalang.
“Kita memproses pengadaan PLTS beberapa yang sekarang sudah proses pengadaan. Batang, kemudian Sumenep, kemudian Paiton, sama Pemalang. Masing-masing 50 MWp,” jelas Dwi.
Dengan demikian, empat proyek tersebut secara total memiliki potensi kapasitas sekitar 200 MWp. PLN NP juga tengah mencari mitra strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek PLTS tersebut. “Kita sedang fase menggandeng, cari mitra strategis,” pungkas Dwi.





Komentar Terbaru