JAKARTA – PT PLN Indonesia Power resmi menginisiasi Enterprise Foundation Digital Twin sebagai fondasi baru dalam pengembangan transformasi digital pembangkit listrik. Perusahaan memperkuat implementasi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasi, optimalisasi kinerja aset, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real time menuju pembangkit yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

‎Program Enterprise Foundation Digital Twin merupakan bagian dari roadmap transformasi digital PLN Indonesia Power yang mengintegrasikan data operasional pembangkit secara menyeluruh ke dalam platform digital berbasis Digital Twin.

Melalui teknologi ini, perusahaan dapat melakukan pemantauan kondisi aset secara real time, analisis performa, simulasi operasional, hingga prediksi potensi gangguan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

‎Sebagai langkah awal implementasi, PLN Indonesia Power menghadirkan Quick Win 1 (Efficiency & Heat Loss Analysis) yang berfokus pada peningkatan efisiensi pembangkit melalui analisis kehilangan panas (heat loss), identifikasi potensi perbaikan kinerja, serta optimalisasi konsumsi energi. Inisiatif ini diharapkan mampu menghasilkan peningkatan efisiensi operasional, menekan biaya pembangkitan, mengurangi emisi, sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik nasional.

Selain memperkuat kolaborasi lintas fungsi, kegiatan ini bertujuan membangun komitmen bersama dalam mengakselerasi digitalisasi proses bisnis, memperkuat tata kelola data, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, serta memastikan implementasi teknologi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan.

‎Program Enterprise Foundation Digital Twin selaras dengan agenda transformasi PLN Group dalam membangun ekosistem kelistrikan yang modern, berbasis digital, dan berorientasi pada peningkatan kinerja. Melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal, PLN Indonesia Power terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pembangkitan nasional yang unggul dalam inovasi, efisiensi operasional, keandalan pembangkit, serta mendukung transisi energi menuju sistem kelistrikan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Bernadus Sudarmanta, ‎Direktur Utama PLN Indonesia Power mengatakan bahwa implementasi Enterprise Foundation Digital Twin merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan untuk membangun pembangkit yang semakin andal, efisien, dan berdaya saing global.

‎”Digital Twin bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi perubahan cara kita mengelola aset pembangkitan melalui pemanfaatan data secara menyeluruh. Dengan fondasi digital yang kuat, PLN Indonesia Power akan mampu meningkatkan efisiensi operasi, memperkuat keandalan pembangkit, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data secara real time, sekaligus mendukung target transisi energi dan pencapaian Net Zero Emissions,” jelas Bernardus dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Menurut dia inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pembangkitan yang lebih cerdas, adaptif, dan berkelanjutan. “Sehingga mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi PLN Group, negara, dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Bernadus.

‎Implementasi Digital Twin diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya budaya kerja berbasis data (data-driven organization),peningkatan produktivitas aset, serta penguatan daya saing PLN group dalam mewujudkan visi sebagai menjadi perusahaan global. (RI)