JAKARTA – Pemerintah menambah kuota biodiesel pada tahun ini untuk dicampur dengan dengan solar. Total penambahan kuota mencapai 430.799 Kilo Liter (KL).

Dua badan usaha yang ditambah kuota biodieselnya adalah PT Pertamina (Persero) dan PT ExxonMobil Lubricants Indonesia. Pertamina mendapatkan tambahan kuota sebesar 287.244 KL dan ExxonMobil 143.555 KL.

Pertamina kini mendapatkan kuota 5.591.495 KL dari kuota sebelumnya sebesar 5.304.251 KL. Untuk ExxonMobil kuotanya menjadi 200.080 KL dari kuota sebelumnya sebesar 56.525 KL.

Untuk penambahan kuota Exxon sejalan dengan diberikannya izin kembali melakukan impor solar. Total kuota impor solar yang diberikan pemerintah sebesar 574.220 KL dari sebelumnya 226.100 KL.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memproyeksi ada pembengkakan kuota solar bersubsidi hingga akhir tahun ini sebesar 1,4 juta KL.

Dengan penambahan kuota ini maka total kuota biodiesel tahun ini menjadi sekitar 6,6 juta KL dari sebelumnya sebesar 6,2 juta KL.

FX Sutijastoto, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, mengatakan peningkatan kuota untuk mengantisipasi tren meningkatnya konsumsi biosolar hingga akhir 2019. Salah satu peningkatan  dialami di sektor industri.

“Itu karena ekonomi lagi bergerak,¬† sehingga banyak industri yang perlu tambahan BBM,” kata Sutijastoto di Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (12/9).

Selain itu, konsumsi biodiesel juga meningkat dengan gencarnya berbagai percobaan penggunaan campuran biodiesel 30% atau B30 yang rencananya mulai diterapkan secara maksimal pada tahun depan.

“Iya Januari 2020 (mandatory B30), namun kami juga akan melakukan trial. Sekitar November 2019, ya kita lihat yang mana gampang terjangkau,” jelasnya.

Untuk 2020, dengan penerapan B30 maka pemerintah memproyeksi konsumsi biodiesel bisa mencapai sembilan juta ton.

Saat ini pemerintah tengah melaksanakan uji jalan B30 dimana kendaraan telah menempuh 42.000 km dari target 50.000 km. Lalu, mobil niaga besar sudah menempuh 30.000 km dari target 40 ribu.(RI)