JAKARTA – Kapal Mobile Offshore Production Unit (MOPU) untuk proyek pengembangan Lapangan Duyung, Wilayah Kerja (WK) Mako, yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL), telah berhasil melewati Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pada Minggu.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan kedatangan MOPU tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung pengembangan Lapangan Duyung di perairan Natuna.
“Alhamdulillah, MOPU untuk proyek pengembangan Lapangan Duyung telah berhasil melewati Selat Hormuz dan dijadwalkan tiba di Batam pada hari Minggu,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (16/10).
Setibanya di Batam, proyek pengembangan Lapangan Duyung akan memasuki tahapan berikutnya. “Pada 2 November mendatang, dijadwalkan berlangsung seremoni first cutting atau pemotongan baja pertama untuk pembangunan platform lepas pantai di Natuna,” ungkap Djoko.
Djoko mengatakan tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan pengembangan fasilitas produksi migas di WK Mako yang dikelola WNEL.
Pembangunan platform lepas pantai dan kedatangan MOPU merupakan bagian penting dari rangkaian pekerjaan pengembangan Lapangan Duyung.
Kelancaran tahapan tersebut diharapkan mendukung kemajuan proyek hingga memasuki tahap operasi produksi.
SKK Migas terus mendorong percepatan pelaksanaan proyek-proyek hulu migas untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia





Komentar Terbaru