JAKARTA – PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memulai pengeboran sumur Akasia Prima AKP-A4 (AKP-004) di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 10 Oktober 2026. Sumur pengembangan ini ditargetkan menghasilkan produksi awal minyak sebesar 800–1.000 barel minyak per hari (BOPD).
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, pengeboran sumur AKP-004 merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi migas nasional melalui kegiatan pengeboran yang terukur dan optimal. “Upaya ini dilakukan dalam rangka menemukan cadangan migas baru dan memenuhi kebutuhan energi nasional,” dalam keterangannya, Sabtu (11/10).
Sumur AKP-004 merupakan salah satu dari dua sumur di klaster Akasia Prima yang direncanakan mulai dibor sepanjang 2026. Pengeboran tersebut ditujukan untuk menguji sekaligus mengevaluasi potensi kandungan minyak dan gas bumi pada formasi Konglomerat Pre-Talang Akar.
Pengeboran AKP-004 menggunakan metode directional drilling dengan lintasan sumur berbentuk J (J-Type). Operasi ini didukung Rig PDSI #28.2/D-1000E berkapasitas 1.000 tenaga kuda (HP). Sumur tersebut direncanakan mencapai kedalaman akhir 2.621,11 meter measured depth (mMD) atau 2.470 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).
Program pengeboran dijadwalkan berlangsung selama 63 hari. Rinciannya, 20 hari untuk mobilisasi dan pemasangan rig hingga demobilisasi (move in rig up dan rig down move out/MIRU+RDMO), 30 hari untuk fase pengeboran, serta 13 hari untuk penyelesaian sumur atau completion. “Pengeboran ini dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi potensi kandungan migas yang terdapat pada formasi Konglomerate Pre-Talang Akar dengan target inisial produksi sebesar 800 – 1000 Barel Oil Per Day (BOPD),” ungkap Djoko.
Djoko menekankan pentingnya penerapan operational excellence dalam pelaksanaan pengeboran, baik dari sisi keselamatan kerja, efisiensi waktu dan biaya, maupun pencapaian target teknis.
Keberhasilan pengeboran AKP-004 diharapkan dapat memperkuat upaya Pertamina EP dan SKK Migas dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas di wilayah kerja yang sudah berproduksi, sekaligus mendukung peningkatan produksi minyak nasional. “Harapannya operational excellence meliputi aspek keselamatan, operasional (durasi hari dan biaya) maupun hasil pengeboran berupa pembuktian kandungan migas sesuai target dapat tercapai,” kata Djoko.





Komentar Terbaru