JAKARTA– Pergeseran jabatan di lingkungan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali terjadi. Kali ini tiga orang nomor satu di lingkungan Regional PHE mengalami pertukaran posisi. Direktur Regional 3 PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim ditunjuk sebagai Direktur Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggantikan Jaffee A Suardin. Sedangkan Buyung, sapaan akrab Jaffee, menjabat Direktur Regional 5 PT Pertamina Internasional EP (PIEP) menggeser posisi John Anis yang dipercaya sebagai Direktur PHI menggantikan Chalid.

Pengukuhan ketiga direktur regional di lingkungan PHE itu dilakukan pada Senin (22/5/2023) pukul 08.00 WIB.

Kabar akan digantinya tiga direktur regional PHE itu sejatinya merebak sejak April 2023. Dunia Energi mendapatkan informasi bahwa ketiga direktur regional tersebut telah dipanggil oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara. “Chalid, Buyung, dan John Anis juga sudah menghadap Ibu (Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina),” ujar sumber yang mengetahui persis rencana pergantian direktur regional PHE tersebut.

Sinyalemen adanya pihak eksternal yang berupaya menekan (pressure) terhadap rencana rotasi tiga direktur regional PHE itu sempat mencuat. Sumber Dunia Energi membisikkan, tekanan pihak eksternal untuk membatalkan rencana perubahan direktur regional di PHE itu tak menyurutkan sikap direksi PT Pertamina (Persero).

“Bu Dirut mengabaikan suara-suara tak sedap. Beliau tetap yakin pada pendiriannya, bahwa mereka yang dikukuhkan adalah benar-benar orang yang terbaik,” jelas sumber.

Sebelum dikukuhkan pagi ini sebagai Direktur Utama PHR, sejak akhir Juni 2020 Chalid menjabat Dirut PHI. Di bawah kepemimpinan Chalid, kinerja PHI terus meningkat. Berbagai upaya dilakukan mantan Direktur Operasi PT Pertamina EP itu untuk menjaga agar penurunan alamiah (natural decline) di Wilayah Kerja Mahakam yang menjadi andalan Regional 3 tetap terjaga.

Di sisi lain, Chalid juga menggenjot kegiatan pengeboran dengan konsep borderless di Regional 3. Maklum saja, PHI mengelola wilayah kerja PT Pertamina Hulu Sangasanga, PHM, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Selain itu, WK-WK Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi di Regional Kalimantan ada dalam pengelolaan dan pengawasan PHI.

Adapun pemutasian Buyung dari PHR ke PIEP sebagai solusi terbaik. Sumber Dunia Energi yang dekat dengan Buyung menyebutkan bahwa kinerja Buyung di PHR cukup bagus. Itu terbukti dari capaian produksi PHR yang terus meningkat. Bahkan pada 2022, PHR mencatatkan net profit sebesar US$ 1,7 miliar atau lebih 40% terhadap laba bersih konsolidasi PHE sepanjang tahun lalu. “Buyung punya kemampuan strategic yang harus diakui cukup bagus. Pertamina harus mempertahankan orang seperti Buyung. Minimal di posisi direksi dan pergeseran dia ke PIEP cukup tepat,” jelas sumber.

Akan halnya John Anis, pergeseran ke PHI seperti pulang kendang. Sebelum ditabalkan jadi Dirut PIEP, John Anis adalah General Manager PHM yang menjadi backbone PHI saat ini. Saat terbentuk Subholding Upstream Pertamina, PHM menjadi Zona 8 Regional 3 Kalimantan. Saat memimpin PIEP, kinerja Anies pun dinilai positif. Ini terbukti dari peningkatan produksi dan kinerja finansial PIEP yang terus naik sejak dipimpin Anis.

Saat dikonfirmasi Dunia Energi atas pengukuhan sebagai Direktur Regional 1 PHR, Chalid Said Salim hanya berkata singkat. “Mohon support-nya,” jelas dia. Adapun Buyung dan John Anis hingga berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi. (DR)