JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyampaikan laporan keuangan interim periode Q2-2026 sedang dilakukan penelaahan secara terbatas oleh Akuntan Publik.

“Penelaahan terbatas merupakan pelaksanaan atas aspek transparansi, sesuai kebijakan perseroan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Sekretaris Perusahaan ITMG Monika I. Krisnamurti, dalam keterbukaan informasi Rabu (29/7/2026).

Kinerja Indo Tambangraya di kuartal I-2026 tertekan curah hujan dan koreksi harga batu bara. Produksi batu bara ITMG turun menjadi 4,7 juta ton dari 5,3 juta ton pada Q1-2025. Ditambah ASP yang turun dari US$82/ton menjadi US$79/ton, membuat laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk susut 16% yoy menjadi US$54,5 juta.

Meski begitu, volume penjualan naik 6% yoy menjadi 6,3 juta ton dan menopang pendapatan naik 3% yoy ke US$497 juta.

Kenaikan volume penjualan batu bara Indo Tambangraya turut meningkatkan setoran ke negara. Royalti yang disetorkan ITMG ke pemerintah naik 9% yoy menjadi US$58 juta pada kuartal I-2026. Sementara beban pajak penghasilan juga membesar menjadi US$26 juta dari US$19 juta.

Kenaikan itu terjadi seiring volume penjualan yang tumbuh 6% yoy menjadi 6,3 juta ton, meski harga jual rata-rata terkoreksi ke US$79 per ton.

Indo Tambangraya menghadapi tantangan operasional di awal 2026 akibat curah hujan tinggi. Produksi batu bara Q1-2026 turun menjadi 4,7 juta ton. Namun perseroan mampu menjaga pendapatan naik 3% yoy menjadi US$497 juta berkat kenaikan volume penjualan sebesar 6% yoy ke 6,3 juta ton.

Beban pokok pendapatan naik 5% yoy seiring volume yang lebih tinggi, sementara pendapatan keuangan turun tipis ke US$9 juta.(RA)