JAKARTA – Produsen batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mulai melirik mineral strategis untuk kendaraan listrik. Langkah ini bagian dari strategi perseroan memperkuat bisnis inti di tengah arah energi global yang makin elektrifikasi.
Direktur Utama ITMG, Mulianto, mengatakan perseroan mencermati peluang di mineral yang mendukung ekosistem EV, khususnya baterai.
“Kita melihat ke depan bahwa energi yang kita lihat di masa mendatang adalah energi yang bisa mendukung proses elektrifikasi. Mineral yang akan mendukung proses elektrifikasi tersebut akan menjadi area yang akan kita lihat,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Dua mineral yang jadi perhatian ITMG adalah nikel dan bauksit. Nikel menjadi bahan baku utama katoda baterai lithium-ion jenis NMC dan NCA. Sementara bauksit diolah menjadi aluminium yang banyak dipakai untuk body mobil listrik.
Langkah ekspansi ini tetap berada di koridor energi sesuai prinsip extending our core. Sebelumnya, ITMG sudah masuk ke sektor nikel melalui akuisisi 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) di Sulawesi Tenggara pada Juli 2026.
“Hal-hal tersebut selalu akan menjadi perhitungan dan observasi kita untuk memastikan ITM bisa berkembang di kemudian hari, dan bisa memastikan kita ikut berpartisipasi dalam proses elektrifikasi,” tegas Mulianto.
Untuk mendukung rencana ke depan, ITMG menyiapkan capex sekitar US$50 juta pada 2026.(RA)




Komentar Terbaru