JAKARTA – Aktivitas tambang batu bara dan mineral kritis di Indonesia terus besar. Melihat peluang itu produsen ban off-highway asal India, Ascenso Tyres, memperluas portofolio ban All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR) khusus untuk pasar Indonesia.

Langkah ini didukung investasi besar. Ascenso mengucurkan lebih dari US$100 juta untuk membangun kapabilitas produksi ban All-Steel Radial di fasilitas manufaktur mutakhirnya di India. Dana itu dipakai untuk infrastruktur, R&D, fasilitas pengujian, hingga ekspansi kapasitas.

“Investasi khusus sebesar US$100 juta menjadi bentuk keseriusan kami dalam mengembangkan bisnis di segmen pertambangan. Kami tidak hanya ingin bersaing lewat harga, tetapi melalui performa dan keandalan produk,” ujar Yogesh Mahansaria, Managing Director Ascenso Tyres, di ajang Mining Indonesia 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta Kamis(10/9).

Saat ini Ascenso sudah memasarkan produknya di lebih dari 100 negara. Untuk pasar tambang, perusahaan mengembangkan platform Radial OTR sejak akhir 2023. Kini sudah ada ukuran 25 hingga 49 inci untuk konstruksi, quarry, hingga tambang terbuka.

Masuk ke bisnis ban tambang, Ascenso Tyres tidak hanya jual produk. Perusahaan ini menurunkan lebih dari 15 Field Application Engineer ke pasar-pasar utama dunia, termasuk Indonesia.

Para engineer ini bertugas langsung di lapangan. Mereka memantau performa ban, memahami kondisi operasional tambang, lalu datanya jadi masukan untuk tim R&D global Ascenso.

“Saat memasuki sektor pertambangan, kami tetap berpegang pada pendekatan yang sama, yaitu memahami kebutuhan pelanggan langsung dari lapangan. Karena itu, field engineer kami ditempatkan di berbagai pasar utama untuk respons lebih cepat,” kata Dhaval Nanavati, CEO Ascenso Tyres.

Pendekatan ini lahir dari pengalaman 4 tahun Ascenso di segmen Agriculture, Forestry and Construction. Di Indonesia, Ascenso menampilkan ban 27.00R49 EMTY 4330 (E4) dari lini “Beast Range”. Ke depan, perusahaan juga akan menambah ukuran dan pola tapak baru hingga 2027-2028.(RA)