JAKARTA – Memperingati dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan lompatan kinerja keuangan yang eksponensial.
Perusahaan pelat merah itu membukukan laba bersih kumulatif sebesar Rp4,12 triliun pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melonjak 584% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp602,42 miliar.
“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan, pengawasan, serta penegakan aturan. Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” ujar Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, Selasa(3/11/2026).
Penguatan kinerja PT Timah terlihat dari sejumlah indikator utama. Berdasarkan laporan keuangan Perusahaan pendapatan usaha Rp16,15 triliun, naik 144% dari Rp6,61 triliun pada 9M2025. Laba usaha Rp5,6 triliun, naik 594% dari Rp807,25 miliar. EBITDA Rp6,18 triliun, naik 323% YoY dari Rp1,46 triliun. Laba bersih Rp4,12 triliun, naik 584%. Efisiensi biaya dengan menekan beban pokok pendapatan hingga 16% di bawah target RKAPP. Posisi saldo kas akhir periode Rp4,25 triliun, naik dari Rp1,34 triliun pada 9M2025
Dari sisi operasional, produksi bijih timah kumulatif mencapai 18.883 ton Sn atau 97% dari target RKAPP dan meningkat 55% dibanding 12.190 ton Sn pada 9M2025. Produksi logam timah tumbuh 49% YoY dari 10.855 metrik ton menjadi 16.190 metrik ton.
Di sektor komersial, volume penjualan logam timah melonjak 72% YoY dari 9.469 metrik ton menjadi 16.304 metrik ton yang didominasi pasar ekspor. Harga jual rata-rata (ASP) logam timah mencapai USD51.011 per metrik ton, 11% di atas target RKAPP dan 52% lebih tinggi dibanding periode sebelumnya USD33.596 per metrik ton.
Di tengah peningkatan volume operasional, PT Timah mempertahankan rekor Zero Fatality dan Zero Process Safety Event sepanjang 2026.
“Memasuki triwulan terakhir tahun 2026, PT Timah berkomitmen untuk terus menjaga disiplin keselamatan kerja, mengoptimalkan tata kelola pertambangan yang ramah lingkungan, serta memperkuat kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan daerah,” kata Restu.(RA)





Komentar Terbaru