JAKARTA – PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan kinerja moncer sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan hingga laba bersih Perseroan tumbuh tiga digit, didorong bertambahnya klien tambang dan membaiknya kebijakan RKAB.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan usaha 9M 2026 mencapai Rp2,4 triliun, tumbuh 118,1% secara tahunan (YoY). Laba bersihnya bahkan melonjak lebih tinggi, yakni 149,2% YoY menjadi Rp344,4 miliar dengan net margin 14,1%.

Pertumbuhan laba yang melampaui pendapatan ini menunjukkan efisiensi operasional Perseroan.

Secara operasional, volume hauling batubara pada kuartal III 2026 saja mencapai 1,04 juta ton, tumbuh 127,6% YoY, sehingga akumulasi 9M 2026 menjadi 2,45 juta ton atau tumbuh 237,6% YoY.

Volume muatan barge pada 3Q 2026 juga mencatatkan pertumbuhan positif pertama di tahun ini sebesar 13,5% YoY menjadi 2,44 juta ton. Sementara volume penjualan batubara 9M 2026 tumbuh 109,5% YoY menjadi 2,24 juta ton dengan rata-rata harga jual (ASP) di 3Q 2026 yang melonjak 73,2% YoY menjadi Rp902 ribu per ton.

Menariknya, meski segmen jasa hanya berkontribusi 34,3% terhadap pendapatan, segmen ini menyumbang 70% terhadap gross profit yang mencapai Rp536 miliar (tumbuh 125,6% YoY). Hal ini menegaskan margin bisnis logistik RMKE jauh lebih tinggi.

EBITDA 9M 2026 tercatat Rp508,6 miliar, tumbuh 115,9% YoY dengan margin 20,8%.

Direktur Keuangan PT RMK Energy Tbk, Edwin Tedjasukmana, mengatakan pertumbuhan ini didukung penambahan enam klien tambang baru sepanjang 2026 dan kejelasan kebijakan RKAB kedua yang disetujui pada 3Q 2026.

“Struktur dua segmen ini memberikan fleksibilitas bagi RMKE untuk tetap optimal dalam menangkap peluang profitabilitas di tengah kondisi pasar batubara yang volatile,” ujar Edwin, Senin (2/11/2026).

Kinerja yang solid membuat neraca Perseroan semakin sehat. Debt-to-equity ratio (DER) terjaga di 0,46x, jauh di bawah covenant 1,0x. Arus kas operasional 9M 2026 bahkan melonjak 743,4% YoY menjadi Rp422 miliar.

Seiring kinerja tersebut, RMKE juga menyelesaikan stock split 1:5 dan menggenjot proyek strategis. Pembangunan Train Loading System (TLS) 2 di Gunung Megang sudah 60% selesai dan ditargetkan operasi 2027 dengan tambahan kapasitas 4-5 juta ton per tahun. Total kapasitas gabungan nantinya mencapai 8-10 juta ton per tahun.

Tak hanya ekspansi, RMKE juga mulai transisi hijau dengan investasi Rp45,5 miliar untuk alat berat berbasis listrik (EV) dan gardu listrik dedicated.

“Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada 3Q 2026 tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha yang kami miliki. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan,” tutup Vincent.(RA)