JAKARTA – PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) tidak hanya akan ganti pengendali. Di balik rencana masuknya Maxglory Capital Limited (MCL), ada misi penyelamatan proyek emas andalannya di Sukabumi.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (15/10/2026), induk SQMI, Wilton Resources Corporation Limited (WRC) yang tercatat di bursa Singapura, menandatangani dua perjanjian strategis pada 9 Oktober 2026 untuk menggalang dana segar hingga US$69,91 juta atau setara Rp1,1 triliun.

Dana jumbo tersebut berasal dari dua skema. Pertama, penempatan 1,07 miliar saham baru WRC kepada MCL dengan harga S$0,011 per saham senilai US$9,28 juta. Kedua, penerbitan obligasi konversi yang akan dikonversi menjadi 7 miliar saham baru senilai US$60,63 juta.

Manajemen WRC menegaskan, dana tersebut bukan untuk ekspansi semu. Prioritas utamanya adalah melunasi kewajiban yang belum dibayar dan yang paling krusial, mengembangkan Ciemas Gold Project di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ciemas selama ini menjadi aset utama grup Wilton di Indonesia, namun pengembangannya kerap tersendat persoalan pendanaan. Dengan masuknya MCL sebagai calon pengendali tidak langsung baru SQMI, proyek emas tersebut diharapkan bisa kembali ngebut.

Sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja grup.Kabar suntikan dana ini langsung disambut positif pasar.

Meski demikian, perseroan menekankan transaksi ini masih dalam tahap rencana dan menunggu finalisasi kapan pengalihan kendali efektif berlaku.(RA)