JAKARTA – PT Sele Raya Belida (SRB) melanjutkan aktivitas pengeboran di sumur Sungai Anggur 3 (SA 3) Blok Belida. Perusahaan optimistis pemboran kali ini bisa hasilkan tambahan produksi hingga 1.500 Barel Oil Per Day (BOPD).
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyambut positif langkah SRB memfokuskan akselerasi kegiatan pengeboran.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui usaha kerja kita sehingga dapat menghasilkan discovery 1.500 BOPD,” kata Djoko dalam keterangannya, Kamis (24/9).
Djoko menuturkan bahwa berdasarkan informasi dari manajemen SRB kesiapan lokasi pengeboran kini tidak lagi memakan waktu lama berkat respons cepat sinergi antara SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Jika dulu persiapan pengeboran hingga tajak bisa memakan waktu sampai 2 tahun, sekarang prosesnya dipangkas menjadi 4 bulan bahkan kurang,” ujar Djoko.
Kemudahan izin dan pembebasan lahan ini membuat pergerakan rig serta operasional tajak sumur eksplorasi maupun eksploitasi dapat mengejar jadwal lebih cepat dari perkiraan awal.
Meski kelancaran teknis di lapangan sudah berjalan optimal masih ada ganjalan di sektor keuangan yang berpotensi menahan laju investasi pengeboran berikutnya, yakni terkait arus kas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Menurut SRB kini Tantangan tersisa kini ada di Kementerian Keuangan yang belum 100% tuntas. “Salah satunya proses pengembalian (restitusi) PPN pengeboran yang masih memakan waktu minimal 8 bulan,” jelasnya.





Komentar Terbaru