JAKARTA — Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Bekantan-1 di Wilayah Kerja (WK) Natuna Sea Blok A yang dioperasikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Prime Natuna EP berhasil menemukan indikasi positif gas.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari campaign pengeboran tiga sumur eksplorasi di Laut Natuna Barat, yakni Laba-Laba-1, Bekantan-1, dan Tenggiling South-1. “Pengeboran Sumur Eksplorasi Bekantan-1 berhasil mendapatkan gas di WK Natuna Sea Blok A yang dioperasikan oleh KKKS Prime Natuna EP,” kata Djoko dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Campaign eksplorasi tersebut diawali dengan pengeboran sumur Laba-Laba-1 yang juga berhasil mengindikasikan keberadaan gas pada reservoir Upper Arang. Evaluasi awal menunjukkan potensi gas in-place sekitar 50 BCF, dengan total net pay 122 feet dan estimasi deliverability sebesar 20–30 MMSCFD.
Menurut Djoko, keberhasilan Laba-Laba-1 kemudian dilanjutkan melalui pengeboran Bekantan-1 yang ditajak pada 28 Agustus 2026 menggunakan Jack Up Rig Admarine-502.
Sumur Bekantan-1 kata Djoko dibor secara directional dengan profil J-type hingga mencapai kedalaman akhir 5.945 ftMD atau 5.665 ftTVD, dengan inklinasi 38 derajat di titik akhir pengeboran atau total depth (TD). “Kegiatan pengeboran saat ini baru saja selesai dan sumur telah diamankan melalui pemasangan Temporary Abandonment (TA) Cap,” ujar Djoko.
Berdasarkan hasil akuisisi data melalui Logging While Drilling (LWD), total gas monitoring, pressure test, fluid identification, Mini-DST, dan fluid sampling, ditemukan indikasi positif hidrokarbon pada empat lapisan reservoir. Keempat lapisan tersebut yakni UA Aa-10, UA Aa-8, MA Ca-5, dan MA Ca-3, pada interval kedalaman sekitar 4.155–5.630 ftMD. Hasil evaluasi sementara post-drill menunjukkan total net pay sekitar 97 feet dengan estimasi awal deliverability sekitar 12 MMSCFD.
Djoko mengatakan, hasil Bekantan-1 semakin memperkuat temuan positif dari Laba-Laba-1 sekaligus memberikan indikasi yang konsisten terhadap potensi gas di WK Natuna Sea Blok A.
Selanjutnya, Bekantan-1 dan Laba-Laba-1 direncanakan dipersiapkan menuju tahap production completion. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat transisi kedua sumur dari tahap eksplorasi menuju produksi. “Bekantan-1 dan Laba-Laba-1 direncanakan untuk dipersiapkan menuju production completion, sehingga dapat mendukung percepatan transisi dari tahap eksplorasi menuju produksi pada kesempatan pertama,” jelas Djoko.
Dari sisi kinerja operasi, pengeboran Bekantan-1 juga mencatat efisiensi waktu. Sumur tersebut diselesaikan dalam estimasi 30 hari, lebih cepat dibandingkan rencana awal selama 45 hari.
Selain capaian teknis dan efisiensi operasi, campaign eksplorasi Natuna juga mencatatkan 85.104 safe man-hours sejak dimulai pada 25 Juli 2026. Secara keseluruhan, Djoko menilai hasil positif dari Laba-Laba-1 dan Bekantan-1 menjadi capaian penting dalam campaign eksplorasi WK Natuna Sea Blok A. Hasil tersebut selanjutnya akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut, termasuk persiapan pengembangan serta upaya mempercepat monetisasi potensi gas di Laut Natuna Barat.
“Mohon dukungan dan doa, pengeboran sumur eksplorasi berikutnya rencana akan dilaksanakan minggu depan, yaitu sumur ke-3 Tenggiling South-1,” tutur Djoko.





Komentar Terbaru