JAKARTA – Di tengah pelemahan harga saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), jajaran direksi justru menunjukkan kepercayaan dengan mengakumulasi saham perseroan.

Direktur HRUM, Stephanus E D Sutantio memborong 241.000 saham HRUM pada Jumat (18/9/2026). Aksi tersebut dilakukan saat saham HRUM ditutup melemah 0,56% ke level Rp 890 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (20/9/2026), Sutantio membeli saham HRUM di harga Rp 1.003 per saham. Dengan demikian, ia merogoh kocek sekitar Rp 241,7 juta untuk transaksi tersebut.

“Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen dalam keterbukaan tersebut.

Transaksi ini menjadi kepemilikan perdana bagi Sutantio. Sebelumnya ia tercatat tidak memiliki saham HRUM sama sekali. Setelah aksi beli ini, kepemilikannya menjadi 241.000 saham atau setara 0,002% dari total saham beredar.

Langkah direksi mengakumulasi saham di saat harga terkoreksi kerap dibaca pasar sebagai sinyal positif. Aksi ini mengindikasikan adanya keyakinan manajemen terhadap prospek fundamental jangka panjang perseroan, meski tekanan jangka pendek masih membayangi pergerakan saham.

Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), saham HRUM bergerak di zona merah seiring dengan pelemahan saham-saham batu bara.(RA)