JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) atau Subholding Upstream Pertamina menargetkan peningkatan produksi migas cukup signifikan pada tahun 2027. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) perusahaan tahun depan produksi minyak ditargetkan tembus 708 ribu barel per hari (BOPD) atau naik 19% dari prognosa tahun 2026 yakni 595 ribu BOPD.
Sementara untuk produksi gas ditargetkan bisa tembus 3.139 MMsfd atau meningkat 12% dari dari target tahun 2026 yakni 2.814 MMscfd.
Asumsi produksi dalam RJPP 2027 lebih tinggi dari asumsi tahun sebelumnya terutama ditopang dari kegiatan merger dan akuisisi dengan kontribusi produksi sekitar 130 ribu BOEPD.
“Saat ini kita usahakan untuk lebih agresif lagi dari sisi kegiatan non-organik, M&A (Merger & Acquisition), baik di dalam maupun di luar negeri, dengan target kontribusi produksi sekitar 130 ribuan barel oil per day, yang ada sebagian dari itu yang nanti akan kita usahakan untuk bawa pulang. Seperti tadi di tahun 2026, ada sekitar 2,5 juta barel oil yang akan kita bawa pulang,” jelas Sunaryanto, Direktur Utama PHE disela rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).
Selanjutnya ada tambahan kontribusi dari penambahan jumlah sumur eksploitasi dari semua region serta kegiatan workover / well service untuk mempertahankan base produksi. Total WIWS yang direncanakan tahun depan sebanyak 34.842 kegiatan. Seemntara itu juga ada 907 kegiatan workover.
Sementara untuk pemboran eksplorasi ditargetkan sebanyak 39 pengeboran dan ada 930 kegiatan pengeboran eksploitasi.
PHE tahun 2027 mendatang juga akan menggarap beberapa program krusial seperti eksplorasi Besar-1 di East Natuna. Pengembangan greenfield di lapangan Manpatu, Akasia Prima, Padang Pancuran dan Bambu Besar.
“Kemudian tentunya ada beberapa brownfield yang akan kita usahakan juga, akan tetap memberikan tambahan produksi, paling tidak untuk menahan decline. Dan EOR, Chemical Recovery, yang juga merupakan suatu proyek yang nanti insya Allah akan memberikan tambahan produksi yang cukup banyak,” kata Sunaryanto.
Adapun beberapa kegiatan EOR yang direncanakan antara lain CEOR Minas Area A Stage-2, Minas Polymer Area D & RWD SLO Bangko Ph 1.





Komentar Terbaru