MUSI RAWAS – Tim gabungan Medco E&P Indonesia South Sumatera Block (SSB) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar jalur pipa minyak Jene–Pengabuan KM 4, wilayah Pelawe Jene, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. PT Musi Hutan Persada (MHP) juga ikut kerahkan
tim pemadam kebakaran.
Kebakaran yang teridentifikasi pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 15.20 WIB tersebut sempat mendekati Right of Way (ROW) jalur pipa minyak 8 inci Jene–Pengabuan KM 4 yang berada di wilayah South Sumatra Block (SSB) Western Field.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksan Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, penanganan cepat oleh tim gabungan menjadi faktor penting sehingga kebakaran dapat dilokalisir dan dipadamkan sebelum menimbulkan dampak terhadap fasilitas produksi migas.
“Pukul 23.00 WIB (23 Agustus 2026) Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dipastikan aman terkendali,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Selasa malam (25/8).
Berdasarkan laporan hasil pemantauan dan survei lapangan yang dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026, tim SKK Migas Perwakilan Sumbagsel bersama Medco E&P Indonesia SSB melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalur pipa dan area yang sebelumnya terdampak api.
Kebakaran diketahui pertama kali oleh Tim Security Patrol Medco E&P Indonesia saat melakukan patroli rutin. Titik api ditemukan di lahan milik warga di seberang area ROW jalur pipa Jene–Pengabuan KM 4.
Api kemudian merambat mendekati jalur ROW pipa bawah tanah dan mengarah ke area konsesi PT MHP. Pipa minyak berdiameter 8 inci tersebut berada pada kedalaman sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter di bawah permukaan tanah.
Setelah menerima laporan, tim keamanan segera berkoordinasi dengan Supervisor Production, Team PAR, Lead, dan Operations Manager. Tim Fire Brigade beserta unit fire truck dari Jene dan PT MHP kemudian dikerahkan untuk melakukan lokalisir api dan pendinginan (cooling) di sekitar area flowline.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan kondisi di sekitar jalur pipa dinyatakan aman serta terkendali.
“Hasil pemeriksaan juga memastikan tidak terdapat kebocoran atau Loss of Primary Containment (LOPC), kerusakan aset maupun properti, serta tidak terjadi gangguan terhadap kegiatan produksi,” jelas Djoko.
Tim gabungan selanjutnya melakukan pengukuran gas berbahaya di sekitar lokasi paparan. Hasil pengukuran menunjukkan nilai Lower Explosive Limit (LEL) sebesar 0% dan H2S sebesar 0 ppm atau dalam kondisi aman.
Selain itu, dilakukan cooling process pada area pipa serta technical assessment oleh AOI Engineer untuk memastikan kelayakan pipa sebelum kembali dioperasikan. Hasil assessment per 25 Agustus 2026 menunjukkan pipa minyak 8 inci berbahan carbon steel yang tertanam di bawah tanah masih dalam kondisi baik. Lapisan pelindung atau coating pipa juga dinyatakan utuh dan terlindungi di bawah tanah.
Tim teknis juga memastikan tidak terdapat klem (clamp) maupun flange pada zona yang terpapar api. Berdasarkan kategori Heat Exposure Zone (HEZ), area tersebut masuk Zona 1 atau Ambient, sehingga tidak terdapat dampak termal terhadap struktur pipa maupun coating. Dengan hasil pemeriksaan tersebut, pipa dinyatakan aman dan dapat dioperasikan kembali (operational safe).
Djoko menegaskan, pengawasan terhadap jalur pipa tetap perlu diperkuat, terutama di tengah potensi peningkatan risiko kebakaran lahan pada musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut, Medco E&P Indonesia akan meningkatkan frekuensi pengawasan dan patroli keamanan jalur pipa, termasuk security and pipeline surveillance.
“Perusahaan juga akan meningkatkan program sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla kepada masyarakat serta pemangku kepentingan lokal di sekitar area ROW. Selain itu, akan dilakukan pemasangan penanda dan papan imbauan keselamatan tambahan (warning sign markers) di sekitar jalur pipa,” kata Djoko. (RI)




Komentar Terbaru