JAKARTA – PT Pertamina Lubricants (PTPL) memperkuat kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pelumas domestik yang kini mencapai sekitar 1,23 miliar liter per tahun. Penguatan tersebut dilakukan melalui Production Unit Jakarta (PUJ), fasilitas manufaktur terbesar milik Pertamina Lubricants.
PUJ saat ini memiliki empat fasilitas manufaktur, yakni Lube Oil Blending Plant (LOBP) dengan kapasitas 270.000 kiloliter (KL) per tahun, VM & Specialties Plant 14.000 KL per tahun, Grease Plant 8.000 metrik ton (MT) per tahun, serta Mini LOBP berkapasitas 3.000 KL per tahun.
Dengan kapasitas tersebut, PUJ mampu memproduksi beragam jenis pelumas dan specialty products untuk memenuhi kebutuhan sektor otomotif maupun industri.
Kapasitas produksi PUJ terutama menopang kebutuhan pelumas di wilayah Indonesia bagian barat, mencakup Sumatera dan Jawa bagian barat. Selain pasar domestik, fasilitas tersebut juga mendukung distribusi produk Pertamina Lubricants ke 16 negara.
Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants mengatakan PUJ memiliki posisi strategis dalam menjaga ketersediaan pelumas sekaligus memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar global.
“Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar internasional,” kata Rika saat kunjungan media ke PUJ, Rabu (12/8).
Menurut dia, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan seiring dengan konsistensi proses manufaktur agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Karena itu, kami terus mengoptimalkan teknologi dan fasilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang terjaga,” tambah Rika.
Pertamina Lubricants mencatatkan rata-rata ekspor pelumas yang dijalankan perusahaan sekitar 11 Ribu KL per tahunnya.
“Key account itu sekitar 118.000 KL, lalu overseas terlihat bahwa memang overseas masih belum terlalu tinggi, sekitar 11 ribu kl per tahunnya atau sekitar 3%,” ujar Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants.
Angka tersebut mencakup distribusi pelumas ke-16 negara tujuan, termasuk keberhasilan perusahaan menembus pasar baru di benua Afrika, yakni Tanzania, pada awal tahun 2024 ini.
Dody mengungkapkan meski porsi ekspor saat ini baru berkontribusi sekitar 3% dari total volume penjualan perusahaan, capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil di pasar global. Dengan catatan itu Pertamina Lubricants kini telah hadir di berbagai negara mulai dari Korea Selatan, Jepang, Australia, Filipina, Singapura, hingga Tanzania yang mejadi pasar terbaru dari anak usaha PT Pertamina Patra Niaga tersebut.
“Sedikit gambaran mengenai tujuan negara ekspor kita, yang paling terakhir paling baru itu adalah Tanzania ada di Afrika, ada Filipina, mungkin sebenarnya yang paling lama itu 2007 ya Korea. Korea Selatan itu sejak 2007, kemudian Jepang, Australia, Singapura dan lain sebagainya,” ungkap Dody.
Dalam proses produksinya, PUJ menggunakan sistem blending otomatis yang dirancang untuk menjaga presisi formulasi sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi. Teknologi tersebut memungkinkan proses produksi dalam skala besar dengan menjaga konsistensi kualitas produk.
Keandalan pasokan juga ditopang jaringan pemasaran Pertamina Lubricants yang mencakup tujuh Sales Region dan 134 distributor. Jaringan tersebut menjadi salah satu penopang distribusi produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Dari sisi operasional, PUJ menerapkan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) pada seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses blending dan filling, hingga penyimpanan serta distribusi.
Dengan kapasitas produksi yang besar, diversifikasi fasilitas manufaktur, serta dukungan jaringan distribusi domestik dan ekspor, PUJ menjadi salah satu fasilitas strategis Pertamina Lubricants dalam menjaga ketersediaan pelumas nasional sekaligus memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar internasional.


Komentar Terbaru