JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mendapatkan laporan adanya kebocoran pipa minyak milik Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berdiameter 20 inci di blok Mahakam tepatnya di Lapangan Handil, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Beruntung dalam waktu cepat PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan perbaikan kebocoran pipa hanya dalam waktu 24 jam sehingga operasional produksi kembali berjalan.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjelaskan telah mendapatkan laporan tentang kebocoran pipa terjadi pada 9 Agustus 2026 pukul 09.25 WITA di Lapangan Handil PHM.
Lapangan tersebut memiliki sekitar 150 sumur produksi dengan kontribusi produksi mencapai sekitar 15.600 barel minyak per hari (BOPD).
Dengan adanya kebocoran, PHM melakukan langkah mitigasi dengan mengalihkan aliran minyak sementara melalui pipa terdekat berdiameter 12 inci secara terbatas. Sejumlah sumur juga dimatikan sementara untuk menjaga keselamatan dan keandalan fasilitas produksi selama proses perbaikan berlangsung.
“Alhamdulillah setelah tim PHM bekerja 2 shift selama 24 jam nonstop, untuk mengatasi kebocoran dengan pemasangan clamp 20″ dan dinyatakan selesai terpasang tanggal 10 Agustus 2026 pukul 23.35 WITA,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Selasa (11/8).
Lebih lanjut dia menjelaskan setelah pemasangan clamp selesai, PHM langsung melakukan pengujian dengan mengaktifkan kembali produksi dari dua sumur. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap sembari memonitor kondisi sambungan clamp untuk memastikan tidak terjadi kebocoran kembali. “Sudah mulai diproduksikan kembali dua sumur sambil memonitor sambungan clamp yang kami pasang, terpantau aman,” ujar Djoko.
Menurut dia pipa minyak yang mengalami kebocoran tersebut telah berusia sekitar 17 tahun. Namun, berdasarkan hasil inspeksi menggunakan teknologi pigging yang dilakukan pada 2022, pipa tersebut masih dinilai layak digunakan hingga 2031.
“Pipa ini telah berusia 17 thn dan berdasarkan hasil pigging tahun 2022 lalu, dihasilkan bahwa pipa ini masih dapat digunakan sampai dengan tahun 2031,” katanya.
Dengan selesainya perbaikan, PHM akan melanjutkan proses pemulihan produksi atau ramp up secara bertahap pada 11-12 Agustus 2026. Sebanyak 150 sumur yang berada di Handil HCA akan diaktifkan secara bertahap.
“Hari ini Tanggal 11-12 Agustus akan lanjutkan ramp up secara bertahap 150 sumur yang ada di Handil HCA dan ditargetkan produksi Handil HCA akan normal kembali pada tanggal 13 Agustus 2026,” jelas Djoko.
Proses ramp up tidak dilakukan sekaligus untuk menjaga keandalan sumur dan memastikan seluruh fasilitas produksi dapat beroperasi secara aman setelah perbaikan pipa.


Komentar Terbaru