JAKARTA – Suplai tambahan LPG dari sumber alternatif dikabarkan sudah tiba di Indonesia. Salah satu sumber alternatif pengganti Timur Tengah yang saat ini tengah bergejolak adalah Australia.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dia peroleh, seharusnya pengiriman LPG sudah dikirim pada Mei ini atau paling lambat Juni. “Sudah kan, udah jalan. tanya pertamina sudah sampai belum. Harusnya sih sudah ya, Mei ini kan. Mei kalau gasalah, Mei atau Juni,” ungkap Djoko ditemui di Kementerian ESDM, Senin (18/5).

Menurut dia Pertamina untuk tahap awal ini sepakat untuk menerima suplai sebanyak dua kargo LPG. “Dua kargo,” ujar Djoko singkat.

Kepastian suplai alternatif LPG ini didapatkan saat adanya pertemuan antara pemerintah dengan petinggi Inpex di Jepang beberapa waktu lalu.

Pertamina ditugaskan untuk melakukan negosiasi harga LPG dengan Inpex. Adanya kepastian suplai ini menandakan sudah ada kesepakatan dari sisi harga.

Inpex merupakan operator proyek Ichthys LNG di lepas pantai Australia Barat dan Darwin. Proyek ini memproduksi LNG, kondensat, dan gas lainnya. Lapangan Ichthys, yang terletak sekitar 220 km lepas pantai Australia Barat, memproses gas melalui pipa sepanjang 890 km ke fasilitas pengolahan di dekat Darwin.

Sementara di Indonesia, Inpex menggarap lapangan Abadi Masela bersama dengan mitranya yakni Pertamina dan Petronas.