JAKARTA — Kegiatan pengeboran sumur pengembangan LLA-6 yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan hasil positif. Sumur yang ditajak pada 24 Maret 2026 ini mencatat capaian produksi awal (initial production) sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 2 juta kaki kubik per hari (MMscfd).
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan uji produksi dilakukan dalam periode 25 April hingga 2 Mei 2026, dengan aliran hidrokarbon yang mengalir secara natural pada choke 40/64 dan tanpa kandungan air (BSW 0%). “Produksi tersebut berasal dari lapisan eksisting LL-30 yang diketahui memiliki tekanan reservoir yang masih baik,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Minggu (3/5).
Sumur LLA-6 berlokasi di Platform LLA, Offshore North West Java, dan dibor secara directional menggunakan Rig PVD-II hingga mencapai kedalaman akhir 5.407 ftMD / 3.561 ftTVD. Seluruh proses pengeboran hingga uji alir produksi diselesaikan dalam waktu 33 hari.
Dari sisi biaya, realisasi yang telah dikeluarkan mencapai sekitar 61,5 persen dari total Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui, berdasarkan estimasi lapangan.
“Kami berharap keberhasilan sumur LLA-6 ini dapat berlanjut pada pengeboran berikutnya. Setelah ini, PHE ONWJ akan melanjutkan pengeboran sumur LLA-5, dengan harapan memperoleh hasil yang sama atau bahkan lebih baik guna mendukung pencapaian target produksi tahun 2026,” jelas Djoko.
PHE ONWJ kini melanjutkan aktivitas pengeboran sumur LLA-5 sebagai bagian dari strategi akselerasi produksi. Dukungan dan doa diharapkan agar hasil yang diperoleh dapat optimal dan berkontribusi signifikan terhadap target lifting nasional. (RI)



Komentar Terbaru