JAKARTA – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat kinerja operasional yang berkesinambungan dengan volume overburden removal atau pemindahan batuan penutup sebesar 8,42 juta bank cubic meter (bcm) pada kuartal I 2026, naik 10% dibanding periode yang sama tahun lalu 7,65 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja solid pada segmen pengupasan lapisan tanah ini sejalan dengan peningkatan pada segmen produksi batu bara (coal getting) milik klien, di mana Samindo mencatatkan kenaikan volume sebesar 7% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dari sebelumnya 1,34 juta ton. Melengkapi tren pertumbuhan operasional di awal tahun ini, segmen pengangkutan batu bara (coal hauling) juga bergerak stabil dengan volume yang sedikit meningkat menjadi 5,86 juta ton, dibandingkan capaian 5,75 juta ton pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang stabil ini didorong oleh optimalisasi armada berat dan kondisi cuaca di area tambang yang mendukung kelancaran aktivitas overburden removal, produksi batu bara, hingga pengangkutan batu bara.

Sepanjang kuartal I 2026, aktivitas overburden removal tetap menjadi jangkar utama operasional perseroan dengan capaian pertumbuhan yang sangat positif.

Semua kegiatan Samindo sebagai perusahaan investment holding dijalankan melalui lima anak perusahaan, yaitu PT SIMS Jaya Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa, PT Samindo Utama Kaltim, PT Mintec Abadi, dan PT Transkon Jaya Tbk.

Stabilitas produktivitas dari operasional inti tersebut memberikan fondasi yang kuat bagi pencapaian finansial Perseroan. Secara konsolidasi, Samindo Resources berhasil membukukan pendapatan sebesar US$40,96 juta pada kuartal I 2026. Capaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan kinerja top-line yang stabil di tengah dinamika industri pertambangan.

Dari sisi profitabilitas, Samindo laba bersih konsolidasi sebesar US$3,75 juta pada tiga bulan pertama tahun ini. Realisasi laba bersih ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga tingkat margin keuntungan melalui implementasi strategi efisiensi biaya dan utilisasi aset yang terukur di seluruh lini operasi hulu ke hilir.

Ahmad Zaki Natsir, Corporate Secretary Samindo, mengatakan kinerja operasional dan finansial pada kuartal pertama 2026 merefleksikan resiliensi model bisnis perseroan. “Solidnya volume overburden removal dan pencapaian target proporsional pada coal getting merupakan hasil dari disiplin eksekusi di lapangan serta kesiapan utilitas alat berat kami,” kata Zaki, Rabu (29/4).

Ke depan, kata dia, manajemen Samindo akan terus mempertahankan fokus pada optimalisasi aset produktif dan pengendalian biaya (cost control) yang ketat. “Perseroan optimistis fundamental operasional yang kuat ini akan mengamankan target tahunan Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Zaki.(AT)